Berita Nasional – Bawang Merah Melejit Tinggi Di Kolaka

Sudah dapat di ketahui kalau  bawang merah yang berada di Kolaka, Sulteng kini akan semakin meningkat lebih tinggi lagi. Di pasar Sentral Kolaka, para pedagang  yang sudah menjual bawang merahnya dengan harga sekitaran Rp. 120.000 per kg. Pastinya mengerti kalau harga normalnya adalah berkisar Rp. 20.000 – Rp. 25.000 per kg.

Dari adanya suatu kekurangan pasokan yang sudah menjadikan suatu alasan dari nainya harga bawang tersebut. Seperti dari adanya pembuktian para pedagang, pemasok yang terbesar bawang merah yang berasal dari Kabupaten Enrekang dan juga dari wilayah Bima di Nusa Tenggara Timur saat ini yang mulai tersendat.

“Ini yang bisa juga untuk menjadikan harga bawang menjadi lebih mahal, karena adanya suatu pengaruh musim panen, misalnya di daerah Enrekang itu yang sudah selesai di musim panen sehingga sangat sulit mengirim dari adanya stok bawang menuju ke Kolaka,” ujar salah satu pedagang yang bernama Sudirman di hari siang tadi, Jumat (16/8/2013).

Selain dari itu, seperti dari anggapan Sudirman, dari adanya suatu laporan yang ada dari distributor yang ada di Bima, NTT lahan pertanian khusus bawang yang berasal dari daerah yang sudah tersapu bencana banjir.

“Nah ini memang sangat  berbeda lagi kalau kita nantinya akan mengambil langsung dari pengumpul nantnya bisa seharga Rp. 100.000 dalam satu kilonya. Jadi yang kita jual nantinya saat ini adanya stok dari pengumpul bisa menaik tinggi sampai Rp. 120.000,” ujarnya lagi.

Dari adanya alasan yang sama juga sudah di katakan oleh pedagang yang ada di pasar tradisional yang ada di Kec. Bula. Seperti yang bernama Asmir, di mana di pasar tradisional juga mengikuti akan terjadinya di pasar Sentral.

“Di pasar ini sudah di ketahui kalau harganya yang sudah naik sampai di harga 100 ribu dalam satu kilo gramnya. Kelihatannya harga bawang merah ini akan bisa terus melambung tinggi karena menghadapi musim panen yang masih sangat lama waktunya,” ujar dari Asmir.

Kenaikan harga yang sudah sangat luar biasa ini akan banyak di keluhkan banyak warga,khususnya dari para pengelola rumah makan.

About The Author

Reply