Berita Nasional – Demi UN, Kepolisian Akan Sadap Ponsel Guru

Untuk bisa mencetah adanya suatu kecurangan yang bisa terjadi pada saat penyelenggaraan dari Ujian Nasional (UN) untuk di tingkat SMP sederajat yang sudah di jadwalkan akan di selenggarakan untuk senin minggu depan ini. Berada di Kepolisian Daerah Bengkulu yang saat ini sudah memiirkan suatu tindakan khusus. Dari tindakan ini khusus untuk UN, yaitu dengan menyadap kepada seluruh telepon genggam dari milik guru, panitia dan juga dari pengawas selema dari UN bisa berlangsung.

“Seperti dari penyadapan ini yang berguna untuk memberikan pengawasan kepada guru-guru jika memang ada percakapan yang bisa di mungkinkan memberikan bantuan kepada para muridnya, bisa masuk di dalam kecurangan UN,” ujar dari Wakil Direktur Intelkam Polda Bengkulu yang bernama Ajudan Komisaris Besar Polisi Yudi Hermawan yang sudah di temui pada saat dirinya meninjau distribusi soal UN berada di Dinas Pendidikan Bengkulu, hari ini, Sabtu (3/5/14).

Bila memang nantinya di ketahui adanya kecurangan tersebut, pelaku akan bisa di proses melalui jalur hukum. Akan tetapi masih di sayangkan oleh Ajudan Komisaris Besar Polisi Yudi Hermawan tidak memberikan tentang rinci bagaimana cara untuk menyadap dari beberapa ponsel guru guru SMP, bersama dengan staf panitia UN SMP sederajat.

“Lebih pastinya kami akan bisa mempersiapkan perangkat canggihnya. Termasuk dari penempatan kepada beberapa petugas kami yang berada di sekolah selama dari UN ini bisa berlangsung. Dan bisa di harapkan lancar,” ujar dari dirinya.

Sementar lebih dari pada itu, Ketua Panitia UN Bengkulu yang bernama Raden Wahyu, memberikan jaminan kalau soal UN tersebut tidak akan bisa bocor ke tangan tidak bertanggung jawab.

“Semua cara dan soal sudah di jaga ketat oleh polisi,” ujarnya menjelaskan.

Dari penyelenggaraan UN untuk SMP di Bengkulu akan bisa di mulai dari tanggal 5 sampai dengan 8 Mei nanti. Dan ini menjadi harapan banyak orang agar tidak terjadi kecurangan dari pihak sekolahan seperti sebelum-sebelumnya.

About The Author

Reply