Berita Nasional – DPR : Kasus Dul Bukan Urusan Komnas Anak

Dari anggota Komisi III DPR RI yang berasal dari Partai Keadilan Sejahetera (PKS), yaitu Aboebakar Al-Habsyi yang sudah meminta dalam menangani masalah kasus kecelakaan dari sang anak dari Ahmad Dhani yang bernama Abdul Qodir Jaelani yang berjuluk Dul berusia 13 tahun untuk tidak libatkan Komnas anak ataupun psikolog.

Dari anggapanya, penanganan akan kecelakaan tersebut yang sudah di haruskan untuk menerlibatkan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Tambahannya lagi, ada yang perlu untuk di luruskan kembali pola dari penanganan pidana yang di tujukan kepada anak.

“Untuk saat ini yang perlu untuk di pahami kalau saat ini untuk bisa menangani pidana anak yang masih mengikuti UU no 3 tahun 1997 Tentang Peradilan Anak. Walaupun saat ini sudah di undangkan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, UU yang baru ini akan bisa di berlakukan setelah nanti tanggal 30 Juli 2014, karena itu akan baru berlaku aktif setalah nanti di undangkan selama dua tahun,” ujar dari Aboebakar yang sudah di terangkan kepada wartawan yang sedang melansirnya di Jakarta untuk hari senin kemarin, (9/9/2013).

Untuk lebih lanjutnya, Aboebakar yang sudah memberika suatu penjelaskan kalau dalam UU Peradilan Anak tersebut tidak ada suatu kewajiban Polisi untuk bisa terlibatkan Komnas Anak atau dari para psikolog. Apalagi seperti dari pasal 33 ayat 3 yaitu tentang penyidikan tersebut harus bisa di rahasiakan.

“Yang perlu untuk di  libatkan dari pihak kepolisian untuk memberikan bimbingan kemasyarakatan dari Bapas, karena memang merekalah yang nantinya akan mengikuti setiap tahap peradilan anak. Jadi lebihnya dalam persindangan tertutup di gelar di ikuti dari beberapa orang tua dan petugas dari Bapas lah yang hanya boleh mendampingi dan ikuti persidangan tersebut, bukan yang bertindak itu komnas anak,” ujarnya dengan tegas.

Hal ini juga di gunakan untuk menegakan hukum dari kedisiplinan orang tua agar anaknya tidak menjadi terjerat akan hukum. Jika memang nantinya anak bermasalah bisa di masukan ke Lapas, kemungkinan bisa menjadi penegasan yang lebih efisien.

About The Author

Reply