Berita Nasional – Fahri Hamzah Akui Pernah Marahi SBY

 

Pihak dari Partai Demokrat yang sampai saat ini sudah memberikan suatu kebanggaan kepada sang presiden kita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih kenal di sebut dengan SBY yang tidak pernah mengintervensi dalam kasus hukumnya. Seperti yang sudah di contohkan dari suatu kasus korupsi yang sudah menimpa keluarga atau besannya yaitu Aulia Pohan.

Akan tetapi suatu kenyataannya  dari kisah yang lain yang berhasil terungkap dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera  yaitu Fahri Hamzah. Fahri Hamzah tersebut memberikan suatu pembeberan di saat sang presiden SBY tersebut memang sangat emosi tinggi kepada Ketua KPK yaitu Antasari Azhar yang sudah menangkap besannya tersebut.

“Walaupun yang hanya begini saja saya pernah untuk memarahi Presiden SBY. Saya sudah berhasil untuk berdebat  berempat dengan dirinya di Istana Merdeka. Ternyata dari Bapak Presiden SBY tersebut sangat marah besar kepada Antasari di saat menangkap besannya,” ujar dari Fahri di dalam suatu diskusi yang bertempat di Hotel Bumi Wiyata, di kawasan Depok, Jumat kemarin (21/6/2013).

Di saat itu, Fahri memang memberikan suatu pengakuan memberikan ungkapan penampikan kepada Presiden yang sudah memarahi Antasari. Memang seharusnya Presiden tidak boleh dalam ikut serta untuk menjadi abdi negara.

“Saya sudah memberikan suatu debatan, namun sangat di sayangkan bapak SBY yang tidak bertindak sebagai pengabdi dari negara Indonesia dengan sistem yang baik,” ujar dari Fahri tersebut.

Selain memberikan penentangan dengan aksi marahnya kepada Presiden, Fahri juga mengakui sangat geram dengan suatu alasan dari KPK yang sudah menangkap Aulia Pohan. KPK memang melakukan penangkapan dari Aulia Pohan yang di kaitkan dengan masalah karena tidak bisa bertanggung jawab yang sudah mempersilahkan pengambilan dana yayasan untuk Bank Indonesia.

Sudah dapat di ketahui kalau Aulia Pohan adalah ayah dari Annisa Pohan yang saat ini besanan dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Aulia Pohan sudah di tangkap di saat tahun 2009 lalu karena terkait dalam penggelapan dana Bank Indonesia.

 

 

Be Sociable, Share!