Berita Nasional – Hakim yang Memvonis Bocah 11 Tahun Akan di Urus

 

Suatu berita yang sangat mengejutkan dan juga miris. Hakin tunggal yang bernama Roziyanti yang sudah teganya untuk menghukum seorang bocah yang masih berusia 11 tahun selama masa hukuman 66 hari lamanya. Hal tersebut di ketahui karena si anak sudah terbukti mencuri HP. Suatu keputusan tersebut memang bertolak belakang dengan suatu  keputusan yang sudah di keluarkan MK (Mahkamah Konstitusi) yang sudah memutuskan usia minimal anak yang bisa di jatuhi hukuman pidana adalah 12 tahun.

“Ini sudah memberikan suatu tunjukan kalau hakimnya melakukan suatu tindakan unprofessional kepada sang anak tersebut dan juga hukum yang  ada, “perkataan dari Suparman Marzuki dari Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY)  yang sudah membeberakan segalanya ke wartawan Jumat pagi hari (7/6/2013).

Sang hakim tersebut sudah memberikan suatu hukuman kepada sang anak tersebut karena sudah melanggar dari aturan 363 ayat ke 1 ke 4 e KUHP juncto Pasal 4 UU No 3/1997 tentang suatu Pengadilan Anak. Hal ini sudah di tentangkan kepada putusan dari MK di tanggal 24 Fe bruari 2011 yang sudah sepakat untuk putuskan kalau batas bawah umur dari anak-anak yang bisa di mintai pertanggung jawaban adalah di usia 12 tahun.

“Jika memang sudah jelaskan harus di lakukan, itu yang salah adalah hakimnya yang tidak memiliki suatu aturan,” ujar dari Suparman.

Dengan adanya suatu  hal yang sangat mengganjal tersebut, akhirnya Suparman memberikan suatu penjelasan akan kasus tersebut dan mencari suatu putusan dari PN Pematangsiantar, di Sumatera Utara tersebut.  Masih juga ada lagi pihak yang berkepentingan yang juga merasa keberatan dengan adanya keputusan yang tidak profesional tersebut, maka dari itu bisa memberikan suatu upaya atas adanya vonis tersebut.

Bukanya suatu keputusan tersebut berasal dari wilayah pada independensi hakim?” salah satu tanya dari wartawan.

“Suatu indepenednsi tidak bisa untuk melanggat prinsip hukum, akuntabilitas, asas hukum, taat aturan atau juga taat moral,” ujar dari Suparman  di saat menelusuri akan jejak dari calon hakim agung tersebut.

 

 

Be Sociable, Share!