Berita Nasional – Kemenlu Akan Negoasiasi Tentang Laut China Selatan

Seperti dari Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negeri I Gusti Agung Waseka Puja yang baru saja menyebutkan, dari proses negoasiasi yang ada dari Negara-negara Asia Tenggara dengan China tekait dengan adanya sengketa laut China Selatan yang sampai saat ini masih terus berjalan. Bahkan berada di dalam pertemuan yang sudah di lakukan pada Oktober lalu di Bangkok, sudah di buat suatu daftar untuk bisa di jadikan negosiasi untuk masa mendatang.

Berada didalam pertemuan tersebut, di sampaikannya adanya tiga poin penting. Pertama China yang akan kembali menyampaikan komitmen-komitmen yang sebelumnya sudah di berikan. Mereka juga ingin adnaya suatu kesimpulan dari tata kelakuan baik (COC),”ujar darinya berada di Ruang Palapa, Gedung Kemenlu, Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 November 2014.

Untuk yang kedua, imbuhnya ASEAN dan China memang sudah sepakat untuk bisa lebih sering menggelar adanya pertemuan dan membahas akan adanya hal tersebut. Dan yang terakhir mengindentifikasi tujuan yang ingin bisa di capai dalam pembahasan COC.

Jadinya seperti yang sudah di lanjutkan oleh Puja,prosesnya masih sangat stagnan dan masih akan terus bisa bergulir. Dirinya yang juga berharap, daftar kesamaan yang sudah di sepakati itu akan bisa di kembangkan oleh Indonesia dan menjadi bagian dari dokumen COC.

“Kami saat ini juga harapkan adanya suatu kemajuan,dan ini bisa di singgung oleh para pemimpin Negara ASEAN danb China berada di dalam acara KTT ke-25 ASEAN yang akan digelar pada 12-13 November 2014,” kata dia.

Sementara dari Juru Bicara Kemenlu, yang bernama Michael Tene sudah menyampaikan KTT ASEAN tersebut, presiden Joko Widodo akan bisa sampaikan rencana pembangunan lima tahun Indonesia dan visi poros  kemaritiman.

“Dari adanya poros maritime tersebut terkait dengan upaya dari RI untuk bisa lebih memperkuat infrastruktur berada dalam maritime dalam negeri juga dari membangun konektivitas maritime dengan Negara yang lainnya.  Prioritas itu yang nantinya akan tercermin sebagai bagian dari kepentingan nasional Indonesia,” ujarnya.

About The Author