Berita Nasional – Kisah Sabila Korban Kecelakaan Maut Senayan

Dari adanya suatu kecelakaan yang di ketahui sebanyak empat mobil yang sduah terlibat dalam kecelakaan tersebut. Di mana terjadi pada kawasan Senayan Minggu pagi tadi, dan sudah merenggut dua nyawa tewas dalam satu insiden itu. Dua orang tersebut adalah Fikri Rahmadoni dan Sabila Yasaroha. Dan dari yang lainnya yang hanya menderita luka-luka saja.

Seperti dari anggapan Kabid Humas Polda Metro Jaya yang bernama Kombes Rikwanto, kecelakan maut tersebut bermula pada saat sang sopir dari mobil Toyota Altis B 1459 NBB yang bernama David melaju kencang sekali dari arah Senayan untuk menuju ke Hotel Mulia. David sendiri di ketahui beralamatkan tinggal di Villa Melati Mas, Tangerang.

Kombes Rikwanto memberikan penjelasan lagi, setelah adanya lampu merah di jalan Asia Afrika, mobil yang berjalan sangat kencang tersebut kehilangan kendali. Akibatnya mobil tidak bisa di kendalian dan menabrak para pejalan kaki. Selain dari itu mobil tersebut yang juga menabrak dari kendaraan yang lainnya.

Perlu di ketahui yang namanya Sabilan Yasaroha Aslaa adalah korban yang sudah tewas dalam kecelakaan tersebut meninggal dunia pada saat di Rumah Sakit IKK Slipi setelah sang korban tidak bisa bertahan hidup.

Perlu di ketahui kalau Salsabila tersebut yang baru saja untuk rayakan ultahnya yang ke 17 tahun untuk tanggal 17 September lalu. Di mana itu adalah perayaan ultahnya yang terakhir kalinya.

“Sebelumnya sabila yang pamit untuk bisa pergi ke salon setelah dirinya minta uang kepada ibunya untuk bisa membayari teman temannya karena dirinya ulang tahun pada tanggal 17 lalu,” ujar dari sang tante Sabila, Handayani yang memberikan keterangan kepada Polda Metro Jaya.

Handayani sendiri yang niatnya ingin mengambil dari tas almarhum yang berada di Ditlanas Polda Metro Jaya ini merasa sangat menyesal. Akibat dari salah pengemudi Toyota Altis yang sudah merenggut nyawa keponakan dan temannya pagi hari tadi.

“Pada saat kejadian Sabila yang bersama dengan rekannya, Fikri sedang jajan otak-otak yang akhirnya di tabrak keduanya,” ujar tante lagi.

About The Author

Reply