Berita Nasional – Korban Penyekapan Diancam Dan Dianiaya Dalam Ruko

Suatu penyekapan dari dua orang terdapat dalam sebuah ruko yang berada di kawasan Hayam Wuruk Jakarta, hal ini ternyata bermoduskan dari masalah utang piutang. Sang korban yang sudah di sekap tersebut yang akan di ancam dan di bunuh untuk bisa segera melunasi hutang dari sang pelaku yang jumlahnya ratusan juta, sampai milyaran rupiah dengan batas waktu yang sudah di tentukan.

Seperti dari ungkapan Ali Arifin, dia adalah salah satu korban penyekapan tersebut, dirinya yang sudah di paksakan untuk sediakan banyak uang yang besarnya adalah 500 juta Rupiah untuk bisa melunasi dari utangnya kepada PT Andalan Global tempat dirinya bekerja. Lebih dari itu anggota dari keluarga yang sudah membayar suatu uang yang besarnya adalah 5 juta Rupiah. Uang yang sebesar itu di gunakan untuk bisa membayar dari denda karena terlambat untuk membayar utang tersebut.

“Saya yang sudah di suruh untuk membayar 15 juta untuk bayar denda karena sudah terlambat untuk mambayar utang tersebut. Dari pihak keluarga saya yang sudah membayar uang sebesar 5 juta Rupiah. Itu memang masih kurang untuk dendanya, maka dari itu saya di aniaya,” ujar dari Ali yang sudah di temui pada kantor Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, hari ini (18/9/2013).

Ali Arifin yang sudah di sekap dalam ruko tersebut selama setengah bulan akui telah mendapatkan suatu ancaman kalau nantinya akan di bunuh jika tidak segera lunasi utang tersebut dalam waktu yang sudah di tetapkan. Bahkan dia sudah di bawa kesuatu tempat dan di todongkan pistol, di mana tempat tersebut adalah tempat dari pelaku yang mengeksekusi para korbannya beberapa saat lalu.

“Pada saat saya di seret di bawa ke suatu tempat di mana mereka akan membunuh saya menggunakan sebuah pistol. Mereka yang sudah sempat untuk menarik pelatuknya, pistol di todongkan ke kepala saya, akan tetapi saya tidak jadi di  bunuh karena pistol tersebut tidak ada pelurunya. Setelah itu saya di suruh untuk menghubungi keluarga untuk bisa melunasi denda akan keterlambatan membayar utang tersebut,” ujar dari pria yang berasal dari Sumatera Selatan tersebut.

About The Author

Reply