Berita Nasional – Main Kuburan, Akhirnya Dua Balita Ini Meninggal Dunia

Di sebabkan karena pengawasan yang sungguh sangat kurang, sangat mengenaskan anak bernama Fathir (6 tahun) dan adiknya, Fadel (2 tahun), yang sudah meninggal dunia karena tercebur ke dalam kolam penampungan limbah yang di mana lokasinya tidak jauh dari rumahnya berada di Kampung Cipayung, Rt 2/4, Sukmajaya Depok, Rabu malam, 26 November 2014.

Tragisnya lagi, sebelum adanya suatu peristiwa yang sangat nahas tersebut, mereka yang sudah membuat mainan kubur-kuburan yang di susun dengan menggunakan bata lengkap dengan taburan bunga yangdi kumpulkan dengan menggunakan nampan. Dari kuburan mainan tersebut seolah menjadi suatu tanda kalau dua bocah tersebut akan pergi selamanya.

“Sebelum magrib, masih menjelang magrib, mereka yang bermain-main berada di lahan kosong. Mereka yang sudah membuat adanya kubur-kuburan. Katanya untuk mereka berdua. Saya kalau masih ingat adanya kejadian tersebut masih merinding. Bukan Cuma saya yang mengerti tentang itu semua, sejumlah tetangga juga mengerti dan semua sama – sama sedang membayangkannya,” terang dari  Nurjanah, salah satu warga yang sudah di wawancarai berada di lokasi, Kamis 27 November 2014.

Dari kedua kakak beradik tersebut yang sudah di akui dari banyak warga sekitar kalau bermain dan jarang sekali adanya pengawasan yang berasal dari kedua orang tuanya. Wiki sang ayahnya di mana sibuk untuk mencari nafkah menjadi sopir dari Bus Deborah.

Sedangkan untuk sang istrinya, Reva ibu dari kedua korban tersebut tidak jauh berbeda. Di mana sang istrinya atau ibunya tersebut menjadi kernet bus dari bis yang sudah di kendarai oleh suaminya.

“Dari setiap harinya anak-anak tersebut bebas untuk berkeluyuran kesana kemari. Namun kedua orang tuanya memang bekerja. Paling dari ibunya yang pulang lebih dahulu di saat hari udah malam,” ujar dari Kasdim yang diwawancarai akan keadaan pengawasan yang minim dari kedua orang tersebut tersebut.

Inilah yang menjadi bukti pentingnya akan menjaga pengawasan dari anak-anak kita, karena mereka adalah masa depan kita.

About The Author