Berita Nasional – Memang Kalau Buwas Dicopot, Dollar Kembali Rp 9 Ribu

Masalah dari Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Waseso yang dengan sangat mengejutkan telah di copot dari jabatannya menjadi Kabareskrim (Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri). Dari keputusan pencopotan tersebut dengan cara sangat tiba-tiba, adapun alasan yang ada karena Budi Waseso yang sudah membuat suatu kegaduhan ekonomi negara.

Ini sudah di anggap dari keluarga besar putra dan putri Polri menjadi suatu alasan yang sangat tidak jelas untuk masalah pencopotan itu.

Berdasarkan Bimor Suryono yang selaku menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra-Putri Polri menyebutkan kalau kinerja yang sudah di lakukan oleh penyidik Bareskrim sudah sama dengan yang ada di dalam aturan. Malahan dari Bareskrim yang dengan gencar-gencarnya mengusut masalah suatu korupsi tersebut.

“Dari petinggi negara yang menyebutkan kalau telah terjadi kegaduhan. Kegaduhan yang dituduhkan di tunjukkan kepada Bareskrim ditutup dengan mendapatkan kegaduhan baru saja terjadi,” terang dari Bimo menerangkan kepada wartawan untuk hari kemarin malam, Kamis (3/9/15).

Seperti keterangan Bimo, sebenarnya dari proses mutasi itu sudah berada di dalam sistem Polri sendiri. Mereka sudah mempunyai adanya aturan semacam tolok ukur dalam memberikan penilaian kepada kinerja para anggotanya. Maka dari itu pihak luar seharusnya tidak melakukan semacam intervensi dalam internal kepolisian.

“Dari keadaan yang seperti ini, kami sangat menentangnya,” terang dari Bimo menjelaskan lebih jauh lagi.

Bimo menegaskan bahwa dengan sangat tegas memberikan penolakan dan penampikan keputusan untuk pencopotan Buwas, julukan dari Budi Waseso, dari jabatannya menjadi Kabareskrim kalau hanya mempunyai suatu alasan membuat kegaduhan ekonomi yang ada di negara Indonesia ini.

“Kecuali jika memang dari kinerjanya sangat buruk atau dari kinerjanya berakibat sangat fatal. Akan tetapi dari konteksnya suatu kagaduhan hingga sudah di lakukan pelepasan jabatan, bisa di samakan kalau penegakan hukum tidak sejalan dengan harapan dari negara ini,” terang dari Bimo.

“Lalu kalau dari di copot jabatannya memang dollar akan bisa kembali ke Rp 9000 lagi, kan tidak bisa,” tambahnya.

About The Author