Berita Nasional – Mengapa Kantor Haji Lulung Digeledah Bareskrim?

Berita yang sangat mengejutkan berada di dunia politik negara kita ini, berasal dari Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri yang dimana telah terus mengusut adanya kasus dugaan adanya korupsi pengadaan pada APBD Perubahan 2014 terkait dengan pengadaan barang semacam Uninterruptible Power Supply (UPS). Dari para penyidik pun saat ini sudah menggeledah ruang rapat dari Abraham Lunggana yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD DKI.

Berasal dari pantauan wartawan yang berada di sekitar lokasi, para penyidik sudah melakukan penggeledahan berada di ruang rapat Komisi E yang letaknya berada di lantai 1 gedung DPRD DKI Jakarta.

Bahkan berada di lorongan yang akan menuju ke ruang rapat Komisi E udah diberikan adanya garis polisi dari penyidik yang dimana pada saat tadi telah melakukan adanya penggeledahan.

Bukan hanya menggeledah saja di ruang rapat Komisi E, dari polisi yang juga sudah melakukan penggeledahan berada di ruang Haji Lulung. Berada di tempat itu memang penggeledahkan juga lama di lakukan.

Brigjen Agus Rianto yang menjadi Karopenmas Mabes Polri memberikan keterangan kalau dari penggeledahan yang sudah di lakukan dari para anak buahnya Komisaris Besar Budi Wasesa tersebut.

“Memang benar ada suatu penggeledahan terkait masalah korupsi dari pengadaan UPS,” terang dari Agus pada saat dirinya di hubungi oleh wartawan melalui ponsel.

Bahkan dari Agus sendiri yang memberikan ungkapan ada beberapa ruangan berada di DPRD yang dimana sudah di geledah termasuk dari ruangan kantor Haji Lulung. Akan tetapi dirinya memang tidak bisa untuk memberikan kepastian di mana saja yang sudah di geledah, dan ruangan siapa saja yang sudah di geledahnya.

“Berada di ruangan haji Lulung. Saya memang tidak mengerti kepastian dimana saja dan ruangan siapa saja yang di geledah,” ujarnya.

Kabarnya, dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Korusi Bareskrim Polri yang sudah memberikan ketetapan kepada dua orang tersangka adanya kasus korupsi pengadaan UPS seperti Alex Usman dan Zaenal Soleman.

About The Author