Berita Nasional – Menkumham Akan Segera Cabut Kewarganegaraan Warga Terlibat ISIS

Yasonna H. Laoly, yang saat ini menjabat menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan kalau akan mencabut hak kewarganegaran warga Indonesia, jika memang dari mereka telah terbukti berperang bersama dengan kelompok militant dari timur tengah seperti ISIS.

Akan tetapi dirinya sebutkan tidak bisa begitu saja untuk bisa mencabut kewarga negaraan seseorang tanpa diberikannya suatu bukti yang kuat dalam hal itu.

Hal ini yang sudah di ungkapkan oleh Yasoona, di saat telah di temui beberapa wartawan pada saat menghadiri pesta ulang tahun emas Partai Golkar yang di selenggarakan berada di Gedung Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, semalam.

Dirinya pun juga menggelar adanya rapat dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, TEdjo Edhy Purdijatno, guna untuk bisa membahas mengenai akan isu tersebut. Dirinya yang sudah mengatakan nantinya bisa di selenggarakan rapat lanjutan dengan intansi yang terkait.

“Kami akan melanjutkan dengan rapat bersama kepala BIN, juga jaksa Agung dan beberapa Kementrian terkait masalah ini,” ujar darinya.

Dirinya menambahkan, sudah meminta itu semua kepada Kapolri Jenderal Sutarman, akan adanya data keterlibatan WNI yang sudah berperang berada di Timur Tengah.

“Jika memang secara jelas memang sudah terbukti berperang dengan negara yang lain, maka sudah di anggap cukup bagi kami untuk bisa mencabut hak kewarganegaraannya. Akan tetapi kami masih perlu lebih menilai masing-masing orang tersebut dan harus disertai juga bukti kalau memang individu tersebut telah terlihat,” ujar dari Yasonna.

Lebih dari itu, agar tidak ada kecolongan WNI yang berangkat ke daerah Timur Tengah untuk bisa berperang bersama dengan kelompok Islamic State of Iraq and al Sham (ISIS), dirinya inginkan kepada pihak yang mengatur imigrasi untuk bisa menyeleksi lebih ketat lagi setiap orang yang berangkat ke area tersebut.

“Saya sudah meminta kepada mereka untuk bisa bertanya secara komplit dan detail warga kita yang sudah inginkan bisa terbang ke sana, tujuannya kemana selama di sana, mempertanyakan apa pekerjaannya, dan modus akan keberangakatan ke sana mau apa,” ujar dari Yasonna.

About The Author