Berita Nasional – Nahkoda Penabrak Jembatan Kapuas I, Kini Diperiksa Polisi

Dari diektorat Polisi Air Kepolisian Derah Kalimantan Barat yang saat ini memang sedang memeriksa dari orang yang bernama Legiman. Yang sudah di ketahui tidak salah dirinya adalah nahkoda ponton yang sudah tabrak langsung dari Jembatan Kapuas I, Jum at malam (30/8). Polisi yang saat ini masih menyelidiki dari kasus akan penabrakan jembatan tersebut.

“Kini nahkoda ponton yang sudah mengangkut barang bauksit tersebut, itu yang sudah di periksa oleh Direktorat Polisi Air, sementara dari pontonna yang sudah di tambatkan di muara sungai Kapuas agar bisa lebih aman lagi,” ujar dari Komisaris Besar Mukson Munandar yang menjadi Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun yang sudah di ketahui di TKP, dan di rilis di media antara. Hari ini (31/8)

Dari anggapan dirinya status dari nahkoda tersebut untuk saat ini memang masih di periksa, belum mengarah dari sampai penegasan tersangka.

“Pemeriksaan yang sudah di lakukan tersebut guna untuk bisa menyelidiki apakah dari insiden tersebut memang ada suatu unsur kesengajaan yang terjadi, maupun bisa di katakan juga kelalaian. Kalau dari unsur kesengajaan tersebut untuk bisa di tindak lanjuti menjadi unsur pidana, sehingga bisa di ancam dengan adanya UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran,” ujar dari Mukson.

Ia yang sudah katakan demi suatu keselamatan untuk sementara ini roda empat yang akan di angkat ke atas untuk semua jenis memang sudah di larang melewati dari Jembatan Kapuas I Pontianak tersebut. Saat ini sambil menunggu adanya suatu keterangan resmi maka tim dari ajli Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar menanyakan apakan jembatan tersebut itu masih bisa di gunakan lagi ?

Dari pernyataan sebelumnya  berasal dari Gubernur Kalbar yang bernama Cornelis yang inginkan kalau perusahaan yang sudah membawa dari ponton yang isinya adalah bauksit tersebut bisa menanggung akan kerusakan yang sudah terjadi yang sudah membuat jembatan teresebut menjadi tidak berfungsi lagi.

“Memang kalau dari pusar perusahaan, kita justru minta ganti rugi. Ini memang punya dari negara, semua orang membayar pajak untuk ini,” tegas darinya lagi.

About The Author

Reply