Berita Nasional – P2TKI Berikan Suatu Anggapan Vonis Hukuman Mati TKI Malaysia

Moh Jumhur Hidayat sang Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah memberikan suatu penilaian akan adanya suatu kejanggalan akan vonis yang telah di jerat oleh dua TKI dengan hukuman mati yaitu kakak beradik yang berasal dari Siantan Tengah, Kalimantan Barat. Dari dua TKI tersebut sudah jelasn namanua adalah Frans Hiu dan juga Dharry Frully Hiu. Moh Jumhur Hidayat memberikan suatu penilaian kalau hakim memang tidak cermat.

“Dari semua sebab, seperti berdasarkan kronologi peristiwa baik dari Frans dan juga adiknya tidak akan terindikasi melakukan suatu tindakan pembunuhan. Bahkan dari kepolisian pun yang juga memberikan sautu pernyataan korban yang meninggal itu di akibatkan dari over dosis dari pemakaian narkoba,” ujar dari Moh Jumhur Hidayat dalam suatu siaran Pers yang sudah di lihat banyak wartawan yang ada.

Maka dari itu seperti yang di ungkapkan oleh Moh Jumhur Hidayat, kedua kakak beradik tersebut yang keduanya bekerja di suatu rental Play Station yang berada di kota Selangor. Sudah di ketahui perusahaan tersebut milik dari Hooi Teong sejak tahun 2009 lalu. Dari semua yang ada memang tidak pantas untuk mendapatkan suatu vonis dengan hukuman mati dari pengadilan tingkat banding.

“Memang mereka tidak terlibat dalam suatu kejahatan apa pun dan harus segera di tuntaskan. Hal ini karena Frans dan adiknya merupakan pihak yang sudah mengatasi seorang pencuri warga dari negara Malaysia. Pencuri tersebut bernama Kharti Raja yang melakukan suatu aksi yang berada tepat di tempat keduanya bekerja pada waktu tanggal 3 Desember 2010 lalu. Hal tersebut sudah jelas di mengerti oleh kami,” ujar dari Moh Jumhur Hidayat

Di saat peristiwa dari masuknya pencuri tersebut, memang di dalam tempat kejadian sebenarna ada salah satu orang yang di duganya pegawai lain yang berkerwarganegaran Malaysia. Dengan sontak kaget akhirnya dirinya dan juga Dharry langsung lari terbirit-birit mengerti akan sosok dari tubuh besar Kharti. Hanya Frans yang beranikan diri untuk menangkap sang pencuri. Di saat Frans melakukan menangkap pencuri tersebut, dirinya tidak sengaja menendang dan menyebabkan si pencuri jatuh dan tidak bisa bernafas lagi.

 

 

 

About The Author

Reply