Berita Nasional – Pemimpin FPI Kini Menjadi Buron Polisi

Masih membicarakan masalah unjuk rasa dari anggota Front Pembela Islam atau FPI. Kabarnya dari aparat Polda Metro Jaya yang akan melakukan penjemputan paksa kepada kepala atau pimpinan dari Front Pembela Islam Habib NV untuk bisa memberikan suatu keterangan lebih jelas dan pertanggung jawaban dari aksi yang berujung rusuh. Di mana beberapa hari yang lalu demonstran dari FPI telah anarkis berada di Kompleks Balaikota dan DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/10/2014) kemarin.

“Masih belum ada suatu itikad baik untuk bisa memenuhi adanya panggilan,”ujar dari Rikwanto yang menjadi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, setelah di temui berada di kantornya di Jakarta, Minggu kemarin (5/10/14).

Rikwanto sendiri yang sudah mengatakan bahwa polisi akan bisa menjemput paksa karena dari Habib NV tidak bisa memenuhi adanya imbauan polisi yang masih melakukan suatu langkah lebih persuasive.

Rikwanto katakan kalau Habib NV menjadi salah satu coordinator masa FPI yang sudah melakukan aksi unjuk rasa menolak akan pelantikan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut memang berdasarkan dari surat pemberitahuan rencana aksi yang sudah di serahkan kepada Polda Metro Jaya sebelumnya.

Rikwanto yang mengakui polisi sudah mengerti keberadaan Habib NV, akan tetapi masih menunggu niat baik dari salah satu pimpinan dari FPI tersebut.

Selain dari Habib NC, polisi juga sudah meminta kepada pengurus FPI bisa serahkan anggotanya yang sudah terlibat adanya aksi rusuh yang di lakukan di Balaikota dan DPRD DKI Jakarta.

Sejauh ini,polisi akan bisa menetapkan sebanyak 21 tersangka berada di dalam aksi yang sangat anarkis tersebut dan mereka juga terlibat pengeroyokan kepada anggota kepolisian tersebut.

Sebanyak 17 tersangka sudah menjalani penahanan dan ada empat tersangka yang lain kini di kenakan wajib lapor karena masih di bawah usia. Di mengerti sebagian massa yang telah berunjuk rasa tersebut berasal dari luar daerah yang datang ke Jakarta untuk bersama-sama melakukan aksi itu.

About The Author