Berita Nasional – Program Kartu Sakti Jokowi Tidak Berpengaruh Di Aceh

Seperti dari Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sudah di luncurkan Joko Widodo sudah disebutkan tidak berdampak besar bagi Aceh. Hal ini di sebabkan Aceh ternyata sudah mempunyai suatu program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) yang sudah membiayai seluruh masyarakat Aceh apabila ingin bisa berobat kerumah sakit.

“Kita akan bisa lebih maju lagi menanggung seluruh penduduk untuk bisa berobat gratis, ini yang kemudian sudah mulai lagi di ikuti oleh delapan provinsi yang lainnya,” tegas dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, yang bernama Dr Yani di sebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Sabtu (8/11/14).

Yani sudah menjelaskan, untuk saat ini memang sudah sekira lima juta warga Aceh yang sudah di gratiskan untuk biaya berobatnya. Sebanyak 2,1 juta jiwa di antarnaya, sudah di tanggung dengan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional, sedangkan dari sisanya masih menggunakan JKRA.

Seperti yang sudah di sebutkan oleh Yani, program KIS adalah suatu perubahan dan penambahan yang berasal dari JKN.

“Kalau selama ini berasal dari JKN yang sudah berjalan sebanyak 84,6 juta. Joko Widodo yang sudah menambahkan sebanyak 1,5 juta penduduk untuk bisa masuk ke KIS. Berada di antaranya tuna wisma, pengemis, miskin yang ada berada di dalam penjara,” ujar darinya menegaskan.

Berasal dari jumlah sebanyak 1,5 juta tersebut Yani masih belum mengerti berapa jumlah penduduk Aceh yang akan masuk berada di dalam program KIS itu. Yani juga sudah memberikan prediksi jika sebanyak 1,5 juta bisa di bagikan ke semua provinsi yang banyaknya adalah 34 provinsi, maka dari itu Aceh hanya mendapatkan 50 hingga 100 ribu jiwa.

Walaupun seperti ini, Yani yang mempunyai suatu pendapat jika dari program KIS akan sedikit bisa mengurangi beban pemerintah Aceh.

“Jika memang ada Pemprov akan bisa mengurangi dari 2,1 juta penerima JKN. Sedikit bisa mengurangi beban pemerintah dari Aceh,”ujar dari Yani menjelaskan lebih tegas lagi.

About The Author