Berita Nasional – Proyes Jembatan Selat Sunda Akan Segera Di Realisasikan

 

Ada suatu ungkapan dari Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Djoko Kirmanto bahwa studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) untuk mega proyek dari Jembatan Selat Sunda (JSS) sudah akan di selenggarakan. Dari kabar yang ada rencana FS ini setidaknya sudah tertunda lebih dari setahun karena adanya suatu perdebatan dari rencana pembangunan jembatan super besar tersebut.

“Sekarang FS sudah dimulai semua. Jadi sedang proses, teknik seperti penyelidikan tanah itu sudah dimulai semua. Jadi kita paralel,” ungkap Djoko usai membuka pameran Indonesia Water Forum 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (7/5/2013).

Dari urusan pendanaan menurut dari dirinya sudah di tangani oleh perusahaan pemrakasa yaitun dari PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS).

”Kita usahakan semua pendanaan itu tidak dari pemerintah, tapi dari investor. (Investornya) kan sudah ada pemrakarsa ya itu. Tapi pemrakarsa itu bisa peran dari BUMN dan BUMD,” jelasnya.

Djoko juga memberikan suatu perkataan kalau dalam masa mendatang peran dari BUMN bisa menjadi lebih besar lagi. Karena ini sangat berperan dengan BUMN

“Ya BUMN mengambil share yang lebih besar, pemegang sahamnya diambil BUMN sehingga mereka menjadi mayoritas,” jawabnya.

Setelah mengerti akhirnya ada ungkapan seperti itu, BUMN akhirnya akan ikut serta dalam masalah jembatan tersebut. BUMN dengan sang menterinya Dahlan Iskan menjawab dengan tegas.

“Ya (GBLS) masih ada, kan mereka pemrakarsa, tapi usulan saya kan masukan BUMN, tapi kan nggak yang karya-karya saja, semua itu. Caranya gimana nanti Pak Dahlan,” tutupnya.

Dari kabar sebelumnya di saat Menteri Keuangan di duduki oleh  Agus Martowardojo sempat memberikan pendapat revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).

Ia menjadi orang satu-satunya menteri yang menolak dari rencana feasibility study (FS) dikerjakan oleh swasta dalam hal ini pemrakarsa JSS. Agus sangat geram agar studi JSS dilakukan pemerintah melalui APBN, setelah itu di bantu oleh swasta.

Yang akhirnya dari usulan tersebut menjadi suatu perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.

Dan hal tersebut akan dibahas di kantor menko, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS.

 

No related content found.

Be Sociable, Share!