Berita Nasional – PT Primaz Telah Menjadi Buron Karena Investasi Bodong (Emas)

 

Sudah banyak nasabah hingga ratusan jumlahnya yang sudah ikut dari PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz) yang merasa di rugikan lalu mengadukan suatu keluhannya tersebut ke Mapolda Jawa Barat, Bandung Senin kemarin tanggal (27/5/2013). Mereka semua yang sudah datang ke Mapolda tersebut melaporkan sejumlah empat orang yang di duga melakukan suatu penipuan yang berkedok investasi emas, jika di tafsir kerugiannya mencapai Rp 350 miliar rupiah.

Dari Kuasa hukum beberapa korban tersebut yaitu Jefrri M Hutagalung memberikan suatu perkataan dari empat orang yang sudah di jadikan DPO adalah Budi Lesmono yang menjadi Direktur PT Primaz, Lie Kurniawan sebagai Dirut PT Primaz,  dan juga Kepala Cabang Primaz Budi Purwando serta Stepanus.

“Seorang yang bernama Stepanus tersebut adalah orang yang telah berperan dalam menghasut para nasabah untuk bisa gabung dengan PT mereka,” ujar dari kuasa hukum Jefrri M Hutagalung.

Di saat sebelum melaporkan ke hadapan Mapolda Jawa Barat Jefrri M Hutagalung dan juga para nasabah  untuk mendatangi keempat orang yang sudah di laporkan tersebut di kediamannya masing-masing.

“Saya dan juga para pelapor namun hanya perwakilan suatu hari lalu sudah mendatangi kediaman orang yang sudah di incar oleh para nasabahnya tersebut. Tujuan kesana tersebut untuk mengerti bagaimana kelanjutan dari emas dan uang yang sudah di berikan ke PT Primaz tersebut. Namun tidak di temui di rumahnya. Lalu kami coba untuk hubungi lewat telepon, namun nomor mereka semua tidak aktif. Maka dari itu timbulah rasa cemas dari para nasabah tersebut,” ujar Jefrri M Hutagalung.

Berhasil di temui secara terpisah Martinus Sitompul Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi memberikan suatu pembenaran kalau laporan tersebut menjadi dugaan penipuan investasi emas. Maka dari itu Martinus Sitompul memberikan suatu keyakinan kalau semua masalah tersebut akan segera terselesaikan.

“Semua berkas laporan sudah kami terimakan. Yang akan di lakukan lanjutnya lagi kami mengundang para saksi korban untuk masalah  ini. Kami akan mempelajari dari modus yang sudah di lakukan sang penipu tersebut,” ujarnya.

 

 

Be Sociable, Share!