Berita Nasional – Selama 5 Tahun Ke Depan CPNS Akan Tiada

Yuddi Cristandi yang  sudah di lantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberikan suatu pengakuan kalau saat ini sedang mengkaji pelaksanaan moratorium akan kelangsungan masa depan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dengan adanya suatu moratorium tersebut pemerintah telah memberikan pengkajian dan jumlah PNS yang di mana selama ini di Indonesia telah mencapai 4,6 juta pegawai. Jika memang nantinya hasil pengkajian menunjukkan terlalu berlebihan, maka dari itu penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2015 mempunyai peluang untuk bisa di hentikan.

“Setelah itu berarti kita berpikir bisa secara jernih agar dari segala keputusan  yang sudah di lakukan berada di dalam proses reformasi birokrasi ini akan lebih efisien dan produktif. Ibarat kalau kita bisa berjalan itu kemudian akan bisa macet, kita akan bisa berhenti dulu berpikir, apakah akan bisa tetap diputar balik,” ujar dari Yuddy berada di kantornya di hari Selasa, (28/10/2014).

Akan tetapi di sisi lain,  juga akan bisa di mungkinkan penambahan penerimaan jumlah CPNS  jika berada di dalam hasil kajian  Kemenpan-RB meninjukkan kekurangan PNS. Yuddy sendiri yang sudah menambahkan terkait dengan  adanya beberapa CPNS yang  kali ini sudah melakukan pendaftaran dan  sedangkan dan sedang mengikuti proses seleksi yang ada, hal tersebut   memang sangat wajib dilanjutkan sesuai dengan prosedur penerimaan yang sudah di tetapkan sebelumnya.

“Ya memang itu bisa di lanjutkan, masak dari orang-orang sudah bisa didaftarkan ikut akan tes tahap pertama, tiba-tiba diberhentikan, kan itu masih tidak mungkin, akan  tetap jalan nantinya,”ujar dari dirinya.

Seperti yang sudah di ketahui, Yuddi memang mendapatkan perintah untuk mengkaji pelaksanaan moratorium setelah pagi ini di panggil oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Berada di dalam pertemuannya, JK yang sudah memerintahkan moratorium tersebut untuk bisa di lakukan selama kurang lebih lima tahun ke depannya. Ini  akan menjadi suatu berita yang buruk di nantikan para lulusan dari sarjana saat ini.

About The Author