Berita Nasional – Taksi Akan Dilengkapi Dengan GPS

Berita yang menghebohkan akhir – akhir ini berasal dari penumpang taksi yang memberikan suatu pengakuan tindakan terjadi di dalam taksi di kendarainya. Dengan adanya peristiwa miris tersebut akhirnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memberikan suatu pengakuan ingin bisa melakukan penyempurnaan sistem transportasi umum yang ada di Jakarta, seperti pada taksi. Hal itu di lakukan karena semakin banyaknya tindak kejahatan terjadi di dalam angkutan itu.

Upaya yang nantinya di lakukan adalah memaksa kepada mereka pemilik taksi untuk memasang adanya Global Positioning System (GPS) di setiap mobil atau armada taksi. Dengan menggunakan GPS tersebut para sopir taksi yang berulah sangat keji tersebut bisa di lacak keberadaannya.

“Kita saat ini masih melakukan perbaikan kepada semua armada, kita memberikan paksaan kepada mereka pemilik taksi harus bisa menggunakan GPS. Jadi nantinya kalau taksi sudah resmi untuk bisa di kontrol maka akan mendapatkan kenyamanan dari  para penumpang taksi,”  terang dari Ahok, julukan akrab Basuki di sebutkan kepada wartawan yang ada di Balai Kota untuk hari ini, Kamis (5/12/14).

Akan tetapi, Ahok juga memberikan keterangan kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan tidak sembarangan untuk memilih taksi yang akan di gunakan.

“Kepada masyarakat sekarang harus bisa di melakukan pemesanan taksi dengan menggunakan telepon, jangan main cegat berada di  jalanan. Jangan taksi datang langsung naik tuh mobilnya, itu bisa menjadi salah satu taksi tipuan. Dari ribuah taksi ada satu dua taksi tipuan bisa di sengaja untuk menipu,” terangnya lagi.

Sebelum di kabarkan, kasus perampokan dalam taksi kembali terjadi berada di hari Senin malam, awal bulan lalu (1/12/14). Peristiwa yang sudah terjadi itu berada di kawasan SCBD Jakarta Selatan. Yang menjadi korban adalah karyawati yang bernama RP, berusia 30 tahun. Para pelaku yang berhasil untuk merampas dari benda milik korban. Di mana berhasil di rampas adalah iPhone 5S, laptop, ATM BCA, dan kalung emas.

activate javascript

About The Author