Berita Nasional Terkini – Dokter Hewan Dikerahkan Untuk Healing Hewan Di Banjarnegara

Adanya bencana alam tanah longsor berada di Banjarnegara, Jawa Tengah yang sudah membuat dari para korban trauma. Tidak Cuma manusia, hewan pun memang demikian.

Menanggapi akan semua itu, Universitas Gadjah Mada yang akan mengirimkan tim psikologi dan juga dari kesehatan hewan.

“Korban yang untuk saat ini memang sangat membutuhkan pendampingan,” ujar dari Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat UGM yang bernama Novi Siti setelah di temui berada di Yogyakarta, untuk hari kemarin (16/12/14).

Dirinya yang sudah mengatakan, tidak Cuma korban manusia yang akan membutuhkan adanya pendamping, akan tetapi juga dari hewan ternak berada di sekitar lokasi tanah longsor. Hal tersebut yang di sebabkan karena, UGM mengirim tim untuk bisa mengurangi beban trauma dari mereka.

Adanya hasil laporan dari tim UGM, baik korban manusia maupun juga dari beberapa hewan peliharaan yang memang masih membutuhkan penanganan lebih intesif lagi. Dari tim yang terdiri dari mahasiswa, tenaga medis, yang seperti dokter, perawat dan juga dari ahli psikologi di gunakan untuk pendampingan trauma healing kepada hewan juga manusia di menjadi korbannya.

Adanya beberapa tim kesehatan yang di dalamnya di antara mahasiswa dan dokter hewan yang semuanya berasal dari Fakultas Peternakan UGM.

Mereka akan di tugaskan untuk bisa mendata jumlah hewan ternak yang mendapatkan trauma dan stress karena menjadi korban bencana tanah longsor itu. Mendapatkan data tersebut nantinya akan di tindak lanjuti dengan melakukan suatu perawatan kepada hewan ternak warga.

“Kami yang akan bisa berkoordinasi dengan dinas terkait dengan tanah longsor di Banjarnegara kemarin,” ujar darinya lagi.

Novi Siti yang juga sudah pernah menjabat menjadi sebagai koordinator tim relawan UGM menambahkan, tim investigasi yang terdiri atas mahasiswa Teknik Sipil dan juga dari Geologi sudah di tarik. Mereka akan melakukan suatu kajian dari hasil investigasi dalam menentukan segala tindakan termasuk respek dari pemerintah.

About The Author