Berita Nasional – TNI Mulai Mencari Penyebar Surat DKP Pecat Prabowo

 

Kabar dari masalah pembocoran surat surat rahasia TNI. Kini dari Tentara Nasional Indonesia (TNI)  yang sudah melakukan pencarian kepada salah seorang pelaku dari pembocoran surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang di mana memberikan rekomentasi akan pemecatan kepada Prabowo Subianto dari militer.

Dari panglima TNI Jenderal Moeldoko yang sudah mengatakan kalau dari pihaknya sudah membentuk dari tim yang di tujuan menjadi pelaku yang sudah menyebarkan surat yang sifatnya rahasia tersebut.

“Saya yang sudah berusaha untuk mengejar terus siapa yang sudah berani untuk membocorkannya,” ujar dari Moeldoko yang berada di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/6/2014).

Moeldoko memberikan ungkapan lagi, dokumen tersebut yang menjadi dokumen rahasia negara. Maka dari itu pelaku yang sudah rela untuk membocorkannya akan di jatuhkan hukuman pidana. Ini termasuk tindakan pidana yang di anggap Moeldoko.

“Itu yang sudah di tetapkan menjadi rahasia negara dan nantinya orang yang sudah membocorkannya akan mendapatkan hukuman pidana. Memang itu adalah tindakan pidana,” ujarnya menegaskan lagi.

Dari sebelumnya, dokumen yang sudah di duga itu adalah surat pemecatan berasal dari DKP yang sudah beredar luas di jejaring social dan di internet pada tanggal 8 Juni, melalui twitter dan juga facebook. Berada di dalam dokumen tersebut keputusan yang sudah di lakukan DKP yang sudah beredar luas kalau Prabowo Subianto telah di jatuhi hukum admisnistasi yaitu di berhentikan dari dinas keprajuritan secara tidak hormat alias telah di pecat. Padahal fakta yang ada Prabowo yang sudah di berhentikan secara hormat.

Telah di sebutkan juga alasan akan pemecatan dari Praboowo yang sudah di rangkum ke dalam tujuh poin. Yang kemudian di ketahui untuk poin yang ada adalah melakukan tindakan pidana:

a. Ketidakpatuhan (Pasal 103 KUHPidana Militer).
b. Memerintahkan dan Group-4/Sandha Kopassus dan anggota Satgas Merpati serta Satgas Mawar untuk melakukan perampasan kemerdekaan orang lain (Pasal 55 (1) ke 2 juncto Pasal 333 KUHP) dan penculikan (Pasal 55 (1) ke 2 jo Pasal 328 KUHP).

Be Sociable, Share!