Berita Nasional – Video Amatir dari Evakuasi 7 Remaja Tewas

Adanya suatu video amatir tentang evakuasi korban yang sudah tewas dari beberapa remaja yang di gereja GIMN Sentrum Liningan, di Kota Minahasa propinsi Sulawesi Utara sudah ramai di bincangkan dan juga beredar di Youtube dan juga di jejaring sosial seperti facebook.  Anggota facebook yang mempunyai nickname Anak-anak Sulut tersebut sudah membagikan video tersebut yang sudah  berdurasi selama 7:32 menit.

Seperti yang sudah di kabarkan beberapa hari yang lalu sebanyak Sembilan remaja dari desa Liningan, Tondano Timur di kota Minahasa, hari Sabtu (25/5/2013) memang langsung meninggal di tempat karena memang sudah terseret arus di saat mencoba berenang di Pantai Tulap. Terdiri dari lima perempuan dan juga empat laki-laki dari Sembilan orang yang sudah tewas.

Di dalam video amatir tersebut sangat terlihat adanya kepanikan dari rekan-rekannya serta beberapa warga yang ada di sekitar pantai tersebut. Lalu beberapa korban tersebut telah di naikkan ke sebuah mobil pick up yang berwarna hitam. Tak terlihat sama sekali dari petugas penyelamat yang ada di sana yang dimana di tempat tersebut memang sangat panic.

Dari tujuh korban itu telah terlihat di letakan dengan menumpuk di bawah dari mobil pick up tadi. Juga terlihat adanya dua korban yang memang tidak muat untuk di masukkan ke mobil dan masih di bawah di tangisi oleh seseorang.

Dari mobil pick up tersebut lanjut terus berjalan dengan di dorong oleh warga untuk masuk ke jalan raya. Dan rekan rekan dari korban sudah terlihat ada kawan-kawannya yang membopong kedua rekannya yang sudah tewas dan tidak bisa muat masuk ke pick up, dengan berlari mereka mencari-cari kendaraan umum.

Dari hasil gambar tersebut, video telah di perkirakan sudah di rekan dari kamera telepon genggam yang akhirnya memberikan suatu simpati beberapa orang yang telah melihatnya. Mereka banyak juga memberikan doa kepada korban-korban tersebut. Karena kejadian ini banyak orang yang mengerti kalau pantai tersebut masih belum aman.

 

About The Author

Reply