Berita Olahraga – UFC Wanita Berbau Porno Dicekal Dan Dikecam

Seperti olahraga bela diri berada di dalam kalangan wanita memang bukan menjadi suatu hal yang baru. Bahkan untuk akhir-akhir ini, banyak sekali dari kaum hawa yang sangat tertarik untuk bisa menjadi atlet profesional, termasuk berada di dalam ajang pertarungan bebas yang sangat marak akhir-akhir ini.

Akan tetapi berada di kota Las Vegas, AS pertarungan antara wanita ini memang menjadi bahan pembicaraan. Hal ini disebabkan karena para pesertanya hanya menekankan pakaian dalam saja. Adapun dari duel tersebut sudah di sebut dengan nama Lingerie Fighting Championship (LFC) yang mempunyai regulasi dan afiliasi dari badan resmi bela diri terkenal di dunia  Ultimate Fighting Championship (UFC).

Dengan sepintas pertarungan yang tidak ada ubahnya seperti tarung bebas yang mempunyai label UFC yang lainnya. Yang membedakan adalah para petarung yang naik ring ini memang terlihat lebih centil, disebabkan hanya menggunakan pakaian dalam dan bra saja.

Dari beberapa pihak yang sudah memberikan protes dari olahraga semacam ini. Mereka telah menilai kalau ini menjadi suatu bentuk pelecehan kepada para atlet beladiri.

“Bagaimana bisa disebut dengan yang namanya dengan olahraga. Ini seperti pelecehan kepada wanita, khususnya kepada para atlet,” terang dari salah satu juru bicara di dalam Women in Sport charity, yang di ketahui bernama Nicola Miller, yang sudah disebutkan kepada laman Metro (9/1/16).

“Untuk bisa bertanding maka seolah dari seorang wanita itu harus bisa tampil sangat menarik dan bisa menggunakan pakaian dalam dan bisa mengundang yang namanya nafsu birahi bagi yang melihatnya,” tambahnya lagi.

Ajang yang disebut dengan Lingerie Fighting Championship (LFC) ini sudah di gelar semenjak tahun lalu. Tercatat ajang ini sudah di selenggarakan sebanyak 19 kali. Rencana yang ada, nantinya kejuaraan Lingerie Fighting Championship (LFC) akan bisa di selenggarakan berada di Manchester untuk tahun-tahun mendatang.

“Sedihnya lagi mereka sebutkan kalau hal itu adalah bagian dari olahraga, padahal bentuk pelecehan,” tegasnya.

About The Author