Berita Otomotif – London Kini Penuh Dengan Supercar Punya Imigran Timur Tengah

Berada di akhir tahunnya, di kota London memang sudah sering untuk di banjiri adanya konglomerat yang berasal dari Timur Tengah dimana ingin bisa menghindari musim panas berada di negaranya. Selain untuk membawa dirinya bersama dengan sanak keluarganya, mereka tidak lupa membawa adnaya mobil-mobil eksotis seperti supercar yang telah turut hijrah ke sana.

Untuk seorang pecinta otomotif, kedatangan dari beberapa mobil-mobil super car itu sudah menjadi suatu pandangan tersendiri di sana. Akan tetapi di sisi yang lain, fenomena ini justru bisa mengganggu kepada penduduk setempat.

“Kami sudah mengerti kalau mereka mendapatkan gangguan dari aksi mereka yang kebut-kebutan dan balapan berada di jalanan. Lebihnya tidak jarang dari mereka ini juga telah berkumpul berada  suatu kawasan tertentu untuk memamerkan mobil-mobil mereka. Aturan dari hukum ini telah membuat para dewan dan juga polisi bisa untuk menindaki para pengemudi yang sudah berkendera anti sosial,” terang dari Tim Ahern, dirinya adalah anggota Dewan Lingkungan Hidup berada di London.

Dalam upaya menertibkan suatu aksi ngawur tersebut, dari Royal Borough of Kensington and Chelsea sudah melakukan perilisan seperti peraturan yang mengikat, yaitu Public Spaces Protection Order (PSPO). PSPO adalah peraturan atan perundang-undangan yang sudah melarang kepada seluruh pengendara baik dari penduduk setempat atau dari pendatang yang telah kebut-kebutan dalam menggeber mobil mereka secara liar dan sembarangan.

Seperti yang telah di kabarkan dalam Carscoops, hari senin (14/12/15), PSPO juga sudah memberikan larangan kepada mereka untuk menghidupkan mesin secara stasioner atau konvoi dan membuat jalanan menjadi macet. Jika dari penduduk mengerti akan kondisi yang seperti ini, bisa segera untuk melaporkan si pengemudi kepada otoritas setempat yang telah siaga selama 24 jam.

Dari seorang yang telah melanggar akan mendapatkan denda besarnya adalah 1000 poundsterling atau setara dengan Rp 21,17 jutaan. Lebih dari itu, dari pihak yang berwajib juga akan bisa melakukan pelaporan kepada duta negara asal dari pelanggar itu.

About The Author