Berita Politik – Ahok Memilih Djarot Menjadi Wakil Gubernurnya

Setelah keberhasilan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI  mensetujui akan undang-undang tentang pemerintahan Daerah di saat tanggal 26 September 2014 yang lalu.

Seperti ungkapan yang berasal dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  yang menyebutkan berdasarkan dari UU tersebut, dirinya akan mempunyai suatu kewenangan menentukan wakilnya sendiri pada saat sudah naik jabatan menjadi Gubernur nanti.

“Kalau memang sudah mengikui adanya persetujuan UU tersebut, yang calonin wagub itu memang saya, bukan dari mereka. Jadinya  saya yang harus bisa menentukan kepada Presiden melalui mendagri, mau mendampingi siapa,”ujar dari Ahok yang menjadi sapaan akrab dari Basuki,yang sudah di temui berada di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2014.

Dari adanya undang-undang tersebut, seperti kata Ahok bahkan akan bisa mengatur juga mengenai berapa jumlah wakil Gubernur yang akan bisa dimiliki oleh sebuah daerah berdasarkan jumlah penduduk daerahnya.

“Jika untuk DKI malah bisa di atur lebih baik lagi, kalau kita menggunakan undang-undang tersebut kita akan bisa mendapatkanj dua wakil dan itu di pilih dari gubernurnya,” ujar dari Ahok memberikan keterangan.

Berada di dalam Pasal 41 ayat 5 poin c undang-undang tersebut, disebutkan bahwa ‘Daerah Provinsi dengan jumlah penduduk di atas 10 juta jiwa memiliki 2 (dua) wakil gubernur’.

Dirinya yang sudah menyatakan dengan menggunakan suatu kewenangan di perolehya berasal dari undang-undang tersebut, dirinya yang juga berpikr untuk bisa memilih mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat untuk menjadi Wagubnya.

“Jika memang saya bisa memilih, saya akan mempunyai calon sendiri. Saya memang mau memillih yang bisa kerja dan memang sudah terbukti kejujurannya. Maka dari itu Pak Djarot sangat tepat dan sudah terbukti berhasil menjadi Wali Kota,” ujar dari Ahok menjelaskan.

Akan tetapi demikian Ahok memberikan suatu pernyataan masih belum mau memusingkan urusan mengenai siapa wakil Gubernur yang akan bisa mendampinginya nanti untuk memimpin DKI dalam sisa 3 tahun masa kepemimpinannya di DKI Jakarta.

About The Author