Berita Politik – Anas dan SBY Harus Bersikap Positif Demi Keutuhan Demokrat

Saldi Isra selaku pengamat hukum mengungkapkan sesuatu saat dirinya menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang akan digelar oleh salah satu partai politik di Indonesia, Partai Demokrat pada 17 Februari 2013. Menurutnya, rapat tersebut akan diiringi dengan manuver dari loyalis yang ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Anas Urbaningrum.

“Pasti nanti akan ada sesuatu yang terjadi dalam rapat tersebut. Sudah pasti akan seperti itu. Jadi, kelompok pertama akan melakukan pergerakan. Begitu juga kelompok yang lainnya akan melakukan pergerakan yang mereka anggap benar,” tukasnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga mencurigai bahwa penandatanganan pakta integritas secara resmi yang dilakukan oleh para kader yang ada di Partai Demokrat adalah sebuah bentuk tahapan untuk menuju Rapat Pimpinan Nasional tersebut masih memiliki tahapan-tahapan yang lain.

“Bisa jadi nanti usai Rapat Pimpinan Nasional tersebut akan ada lagi sejumlah tahapan-tahapan yang baru yang memang sudah didesain untuk ke depannya nanti. Tapi memang masih belum kita ketahui bagaimana nantinya,”

Memang saat ini masih terjadi suasana yang kurang menyenangkan di mana adanya perang dingin yang melibatkan dua kubu politik yaitu kubu Anas serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. Dengan situasi itulah maka akan menjadi mimpi buruk dan mengamncam keutuhan Partai Demokrat itu sendiri jika kedua kubu tidak saling mengintropeksi diri dan menyesali apa yang telah terjadi. Terlebih lagi, dari semua kader Partai Demokrat tidak bisa menjamin untuk memberikan dukungan suara untuk Anas sebanyak 100 persen. Begitu juga tidak bisa yakin memberikan 100 persen suara untuk mensupport SBY. Namun, jika keduanya dapat bersikap positif dan mengakui kesalahan mereka, tentunya akan memberikan suasana yang lebih baik lagi bagi Partai Demokrat untuk ke depannya.

Memang, seperti yang kita ketahui dari berita-berita yang telah beredar, perang dingin yang melibatkan dua kubu yang tergabung dalam satu partai politik, Anas Urbaningrum serta SBY memang sudah terjadi usai Kongres Partai Demokrat tahun 2010 lalu. Di mana, SBY dengan kubunya memberikan dukungan penuh pada Andi Mallarangeng sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Akan tetapi, suara malah berhasil menjadikan Anas sebagai pemenang. Anas dengan loyalitassnya mampu merebut kursi jabatan Ketua Umum untuk Partai Demokrat.

Itulah awal mula mengapa terjadi perang dingin yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Juga, saat ini SBY kembali memutuskan untuk memangkas wewenang Anas dalam perannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat rapat Majelis Tinggi.hal tersebut ia lakukan terkait dengan ajloknya nilai elektabilitas PD.

 

 

Berita Politik

About The Author

Reply