Berita Politik Baru – Kongres PDIP Di Bali Terganggu Dengan Kembang Api

Berasal dari kepolisian yang berada di daerah Bali meminta kepada para pengunjung dan juga warga yang sudah bermukim berada di sekitara lokasi Kongres V PDI Perjuangan untuk tidak menyulutkan adanya kembang api karena akan menciptakan adanya suara ledakan.

“Tidak bisa cepat untuk kita sterilkan, akan tetapi kita meminta kepada para pengunjung dan juga kepada para warga untuk tidak meyulutkan adanya suatu kembang api,” terang dari Komisaris Besar Polisi Djoko Hari Utomo, yang disebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Kamis (9/4/15).

Seperti anggapan dari Djoko, adanya kepolisian yang sudah memberikan panggilan kepada pemilik dan pengelola Hotel Inna Grand Beach Sanur Bali untuk bisa melakukan pemantauan adanya pengunjung hotel ternama tersebut untuk tidak ada lagi adanya orang orang yang bermain kembang api berada di dekat area kongres.

“Saat ini memang kita tidak mengerti siapa yang sudah melakukan penyulutan kembang api tersebut, siapa orangnya juga belum jelas. Akan tetapi sudah kita serahkan kepada pengelola hotel untuk bisa mengantisipasinya,” terang dari Djoko menjelaskan.

Sedangkan lebih dari itu, pasca adanya ledakan dari kembang api yang di kira bom itu, para pengaman yang berada di arena kongres semakin diperketat, tidak hanya dari polisi, akan tetapi unsur TNI pun sudah di terjunkan lokasi menjelang pada saat Presiden Joko Widodo tiba berada di tempat itu.

Bisa di ketahui, ada sebanyak tujuh suara ledakan beruntun terdengar berada di langit yang tidak jauh berada di lokasi kongres. Adapun ledakan tersebut yang sudah terjadi pada saat Ketua Umum PDI Perjuangan seperti Megawati Soekarnoputri sedang menyampaikan pidatonya menjelang dari pembukaan kongres, Rabu malam kemarin (8/4/15).

Adanya kembang api tersebut yang sudah di duga sudah dibunyikan oleh turis manca negara yang sedang menginap berada di hotel bintang lima tersebut. Meski hanya suara kembang api, akan tetapi suara ledakan tersebut sudah sempat mengganggu pidato dari Megawati.

About The Author