Berita Politik Baru – KPU Harus Segara Mengusut C1 Yang Janggal

 

Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum atau KPU bersama dengan Kepolisian telah didesak untuk bisa segera cekatan dalam menindak lanjuti dari jumlah yang sangat aneh bisa di kirakan menjadi suatu dugaan kecurangan yang muncul di dalam proses rekapitulasi surat suara pilpres tahun 2014.

Berdasarkan dari pemantauan yang ada bersama dengan laporan yang sudah beredar di masyarakat dan juga di internet, setidaknya ada beberapa dugaan yang sebutkan kalau kecurangan memang telah di laksanakan.

Misalnya berada di dalam masalah TPS 47 Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banteng, dari formulir penghitungan (C1) yang telah di upload berada di website KPU telah menunjukkan adanya jumlah suara yang sangat menggelembung. Ini mencurigakan sekali. Dari jumlah surat suara sah sebanyak 380. Akan tetapi raihan dari surat pasangan Prabowo-Hatta yang berjumlah 814, sementara dari pasangan Jokowi-JK yang telah mendapatkan 366 suara. Ini yang sudah bisa memberikan picuan dugaan adanya 800 suara siluman yang tiba – tiba telah di tambahkan di dalamnya.

Seperti anggapan dari Koordinator Komite Pemilih Indonesia yang bernama Jeirry Sumampouw, sebutkan memang semenjak awal Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang tidak jelas  masalah upload dari C1 tersebut, bagaimana untuk memastikan ada data yang di upload itu memang valid atau tidaknya, dan bagaimana akan mekanisme dari pengawasan saat pengupload data itu tadi.

“Mekanisme yang terjadi memang sangat abstrak, maka dari itu bisa saja prosesnya tersebut telah di bajak,” ujar dari Jeirry yang di sebutkan kepada wartawan saat di temui berada di Jakarta untuk Minggu ini (13/7/14).

Maka dari itu dirinya memberikan desakan kepada KPU untuk bisa menelusuri dan memberikan penjelasan ke public soal apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga banyak data-data yang muncul itu sangat membuat masalah sampai saat ini.

“Jika memang ada tindakan indikasi pidana, manipulasi akan menerlibatkan kepolisian. Kalau memang beda angka dan di upload ke web resmi dan angka tidak sama memberikan kersahan maka harus bisa di pertanggung jawabkan,” ujarnya lagi.

No related content found.

Be Sociable, Share!