Berita Politik Baru – M Taufik : Demonstran Dibayar Itu Sah Saja

 

Mohammad Taufik, dirinya adalah dari Wakil Ketua DPRD DKI sudah menganggap wajar dari beberapa warga yang sudah melakukan demonstrasi tersebut sudah di bayar dari salah satu pihak. Ketika ditanya masalah demonstran yang ada dimana mengeluh hanya mendapatkan bayaran sebesar Rp 50.000 pada saat melakukan demo kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berada di hari kemarin. M Taufik yang malah menyebutkan awak media sudah terlalu memberikan pembelaan kepada Ahok.

“Sudah dibayar sih bisa-bisa saja kan untuk makan si demonstran tersebut. Itu memang sah-sah saja. Lagian jangan di bayar itu saja di lihatnya, ada alasan tersendiri deh,” terang dari Taufik yang berada di Gedung DPRD DKI Jakarta untuk hari kemarin, Selasa (31/3/15).

Taufik memberikan tambahan, seharusnya hal yang harus bisa lebih dicermati adalah tema berasal dari demonstrasi kemarin. Anggapan dari M Taufik itu memang wajar-wajar saja telah terjadi jika memang mereka marah karena sikap Ahok yang memberikan nama sapi dengan menggunakan nama suatu suku kepada sang binatang tersebut.

Taufik pun yang akan menyetujui dari para demonstran menyebutkan sikap dari Ahok tersebut memang sudah tergolong salah satu tindakan rasial walaupun dari Ahok tidak memberikan bantahan kalai itu adalah sikap rasialis dengan memberikan nama sapi dengan nama USB (Untuk Sapi Betawi).

“Saya yang mengirkana enggak bolehlah Ahok bisa seperti itu. Kan bisa memberikan singgungan kepada seluruh masyarakat Betawi. Bukan masalah dari sapi unggulan, masa orang di sama-samain dengan binatang,” terang dari Taufik menjelaskan.

“Orang Betawi yang memang akan bisa marah saja. Bangga apanya, masa mereka bangga dengan di samain dengan binatang tersebut. Menjadi Gubernur tersebut harus bisa mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan lokal loh, kalau di samakan dengan binatang itu sama saja penghinaan,” terang dari Taufik.

Bisa di ketahui sebelumnya dari para pendemo yang sudah datang dari Masyarakat Anti Korupsi (Mars) mempunyai rasa kecewa dengan aksi unjuk rasanya yang berada di depan Balai Kota. Sebab di sana dirinya tidak bertemu dengan Ahok dan hanya mendapatkan bayaran Rp 50.000 saja.

Be Sociable, Share!