Berita Politik Baru – Sebutkan Prabowo Psikopat, Itu Sangat Melanggar Kode Etik

 

Pernyataan yang sudah di ungkapkan oleh mantan kepala Badan Intelejen Negara (BIN), AM Hendropriyono  yang sudah memberikan suatu sebutan kalau dari sang calon presiden yang sudah di usung dari koalisi merah putih, Prabowo Subianto di sebutnya menjadi psikopat dan di nilai menjadi bentuk akan penghinaan yang mengarah kepada fitnah yang ada.

Hal tersebut yang sudah di bantah dari sang psikolog yang berasal dari Universitas Indonesia, bernama Dewi Haroen. Dirinya menyebutkan kalau dari kata psikopat tersebut tidak bisa di labelkan kepada seseorang apalagi sampai memberikan keterangan secara terbuka kepada public yang ada.

“Dari pernyataan itu adalah fitnah yang masih sangat serius,”ujar dari Dewi yang sudah memberikan ungkapan kepada wartawan setelah di temui berada di kantornya Jakarta di hari ini, Kamis (5/6/14).

Sudah di jelaskan kalau bisa di tinjau dari sisi kedokteran yang ada, orang yang mengalami gangguan jiwa atau sudah mengidap adanya psikopat harus bisa di rahasiakan dan tidak boleh di beritakan di semua orang. Tambahannya, hanya kepada dokter dan psikiater saja yang mengerti jika memang dirinya mempunyai suatu gangguan jiwa.

“Orang yang telah mengalami suatu psikopat tersebut tidak boleh untuk di beritakan kepada public. Hanya kepada dokter yang mengerti dan juga psikiater yang menangani kepada pasien tersebut,” ujarnya menegaskan.

Dewi memberikan ungkapan lagi, dokter dan juga psikiater yang telah membocorkan rahasia rekam jejak kejiwaan yang ada kepada seseorang itu telah melanggar adanya kode etik dokter, bisa masuk ke dalam kasus pencemaran nama baik.

“Dari setiap orang akan bisa alami adanya perubahan,yang sakit akan bisa sembuh,dan yang sehat nantinya akan bisa sakit. Jadi dari pelabelan psikopat terhadap seseorang adalah menjadikan fitnah yang lebih kejam,”  tegasnya lagi.

No related content found.

Be Sociable, Share!