Berita Politik – Dua Calon Tersangka Dalam Skandal Bank Century

 

Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum secara resmi mengajukan nama tersangka dalam skandal bailout Bank Century, ketua KPK Abraham Samad mengatakan dalam pikirannya dia memiliki dua individu yang dapat dinyatakan sebagai tersangka.

“Saya telah memiliki dua tersangka [dalam skandal Bank Century] selama dua bulan,” kata Abraham kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Meskipun Abraham percaya bahwa dua orang dapat dinyatakan tersangka, KPK belum mengajukan nama tersangka karena pemimpin KPK lainnya masih ragu-ragu tentang keterlibatan mereka dalam skandal 2008.

“Kami [KPK] tidak dapat melanjutkan kasus ini sebelum semua elemen telah sepakat untuk melakukannya,” tambahnya.

Dengan “semua elemen”, katanya, berarti penyidik KPK serta pemimpin yang memiliki suara untuk memutuskan apakah KPK memiliki cukup bukti awal untuk memulai penyelidikan formal atau tidak. Abraham menolak untuk mengidentifikasi siapa, di antara lima pimpinan KPK, yang masih enggan untuk melanjutkan penyelidikan formal ke skandal tingkat tinggi tersebut.

Namun, ia mengatakan kepada wartawan bahwa indikasi korupsi yang telah ditemukan KPK dalam kasus berpusat pada skema pinjaman jangka pendek yang dikeluarkan oleh bank sentral, Bank Indonesia (BI). KPK sedang memegang sebuah presentasi kasus internal di mana semua informasi dan bukti-bukti sedang diperiksa dan setelahnya komisi akan diharapkan untuk menyelesaikan penyelidikan awal apakah akan menentukan penyelidikan formal maupun menentukan nama-nama tersangka jika ada.

KPK juga dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan tim pemantau Dewan Perwakilan Rakyat pada skandal bailout pada hari Selasa, untuk mengungkapkan kemajuan yang telah dibuat.

Meskipun KPK belum resmi menyebutkan nama tersangka dalam skandal, anggota pemantauan Bank Century dari tim DPR, Hendrawan Supratikno dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mengatakan kedua tersangka potensial dalam kasus itu adalah mantan Deputi Gubernur BI Siti Fajriyah dan wakil gubernur BI yang ditangguhkan, Budi Mulia.

“Kami berharap dua nama akan menjadi titik awal bagi KPK untuk menjerat pelaku dalam skandal itu. Kami menduga bahwa Siti adalah orang yang bertanggung jawab atas pengawasan bank, sementara Budi-lah yang memperkenalkan Robert Tantular ke jajaran pejabat senior BI, “katanya kepada wartawan.

 

Berita Politik

Be Sociable, Share!