Berita Politik – Fadli Zon Anggap KIH Masih Kurang – Kurang

 

Seperti dari wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon yang sudah memberikan suatu pernyataan setiap anggota dewa akan memapunyai suatu hak untuk bisa bertanya, hak untuk interpelasi, dan mengajukan hak angket. Hal ini di ungkapkan karena untuk bisa menanggapi syarat baru yang sudah di ajukan oleh Koalisi Indonesia Hebat.

“Itu memang tidak akan bisa di tolak dan di otak-atik lagi. Jadinya kalau memang ada suatu perubahan mendasar akan adanya undang-undang tersebut, termasuk hak DPR, maka lebih bagusnya tidak ada perubahan apa-apa,” ujar dari Fadli Zon yang sudah di sebutkan kepada media untuk hari ini, Kamis 13 November 2014  yang di temui berada di Gedung DPR, Jakarta.

Fadli juga menjelaskan kalau pimpinan dari DPR inginkan agar dari anggota dewan akan tetap lebih solid lagi dan bisa bersatu. Pimpinan dan Koalisi Merah Putih, seperti dari anggapannya sudah bersepakat untuk bisa memberikan sebanyak 21 kursi pimpinan alat kelengkapan dewan untuk Koalisi Indonesia Hebat.

“Kalaupun dari kami tidak mau adanya suatu perubahan-perubahan yang memberikan koreksi sikap atau hak DPR terhadap pemerintah yang sudah di jamin oleh UUD 1945,” ujar darinya lagi.

Lebihnya lagi agar dari DPR bisa bekerja lebih maksimal lagi, Fadli meminta agar dari lima partai yang memang sudah tergabung dalamKoalisi Indonesia Hebat bisa segera untuk menyerahkan susunan anggota alat kelengkapan dewan.

“Berasal dari adan legislasi kini memang sudah di bentuk dan komisi memang juga sudah di bentuk, jadi mereka tinggal memasukan dari nama-nama tersebut, setelah itu dari nama-nama itu di ketok berada di Paripurna,kemudian bisa di bicarakan adanya suatu proses-proses yang lainnya,” ujarnya menjelaskan.

Jika dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Hanura, Fraksi PKB, Fraksi Nasdem, tetap tidak akan memberikan penolakan untuk serahkan nama-nama yang ada, seperti anggapan dari Fadli, hal itu akan bisa memberikan kerugian kepada mereka sendiri.

“Jika memang mereka tidak ingin memberikan nama-nama berarti mereka tidak akan ada berada di dalam komisi-komisi. Kita saat ini inginnya bisa untuk cepat selesai, akan tetapi yang merubah adanya kesepakatan itu mereka semua bukan berasal dari kami,” terangnya.

Be Sociable, Share!