Berita Politik Indonesia – Anggota DPR dari Partai Golkar dan PDIP Diduga Memeras BUMN

JAKARTA – Badan Etika Dewan DPR (BK DPR) akan memanggil tiga eksekutif dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari PT Merpati, PT Garam, dan PT PAL, yang disebutkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan karena telah diperas oleh dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Dua anggota parlemen yang diduga memeras BUMN dilaporkan adalah Idris Laena (dari Partai Golkar) dan Sumaryoto (dari PDI-P). Keduanya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pusat.

“Anda sudah tahu, mereka adalah Idris Laena dan Sumaryoto. PT Merpati diduga diperas oleh Sumaryoto, sementara PT Garam dan PT PAL oleh Idris Laena, “kata Usman Jafar, anggota DPR Etika Dewan, Senin (Nov 5). Usman mengatakan bahwa tiga eksekutif BUMN akan dipanggil setelah reses DPR.

M Prakosa, kepala Badan Etika Dewan, enggan mengungkapkan anggota Dewan dan nama BUMN yang dilaporkan oleh Dahlan.

“Pada dasarnya karena berkaitan dengan kode etik, kami tidak dapat mengungkapkan inisial dan nama juga. Akan tetapi, tentu saja, kami akan menindaklanjuti (laporan). Kami akan meminta penjelasan dari tiga BUMN (eksekutif) dan bukti-bukti juga. Setelah reses, Badan Etika akan memanggil mereka, termasuk keterlibatan dua anggota Dewan, “kata M Prakosa.

Dahlan, awal pagi ini memenuhi panggilan dari Badan Etika. Menteri BUMN ini dilaporkan mengajukan dua nama, jauh lebih sedikit daripada yang disebutkan sebelumnya (10 nama). Dahlan, bagaimanapun, enggan mengungkapkan identitas anggota parlemen, termasuk nama mereka, komisi, dan fraksi-fraksi kepada wartawan.

Ditanya apakah itu adalah pemerasan dari anggota parlemen untuk eksekutif BUMN atau benar-benar kolusi antara mereka. Dahlan tegas menyatakan bahwa itu adalah pemerasan.

“BUMN (eksekutif) berada di posisi menolak untuk memberikan (fee). Akan tetapi, mereka terus-menerus diminta (oleh anggota Dewan), “kata Dahlan.

Dahlan apalagi mengatakan bahwa ia tidak secara langsung mengalami pemerasan dan tidak tahu persis tentang nilai nominal pemerasan. Dia mengatakan bahwa dia akan meminta eksekutif BUMN untuk menyiapkan laporan mereka sendiri. Dahlan juga mengatakan bahwa ia akan mengirimkan laporan tertulis lanjut ke Gedung Badan Etika, Rabu.

Dalam perkembangan terkait, Abraham Samad, kepala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyatakan bahwa komisi anti korupsi siap untuk melakukan penyidikan terhadap anggota parlemen yang dilaporkan oleh Dahlan.

“Jika anggota Dewan yang disebutkan oleh Pak Dahlan benar-benar ada dan melakukan pemerasan, maka KPK akan melakukan investigasi untuk mengungkap hal itu,” kata Samad, Senin.

 

 

Berita Politik Indonesia

About The Author

Reply