Berita Politik Indonesia – ‘Raja Dangdut’ Rhoma Irama Siap Mencalonkan Diri Menjadi Presiden RI

Percaya pada nilai demokrasi bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk menjadi calon presiden, Rhoma Irama, raja musik dangdut Indonesia, mengatakan bahwa ia siap untuk maju menjadi calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014.

Rhoma, yang lahir di Tasikmalaya sebagai Raden Oma Irama, Selasa mengatakan bahwa ia siap untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden negara Indonesia jika masyarakat menginginkannya. Sejauh ini, PAMMI telah mendukung penyanyi 65 tahun itu untuk mencalonkan diri sebagai presiden RI.

“Rhoma Irama telah menjalankan grup Soneta selama 40 tahun. Kelompok musik dangdut ini masih eksis hingga saat ini. Ini merupakan bukti bahwa Rhoma memiliki pengertian yang baik dalam kepemimpinan, “kata Fachrurozy Ishaq, salah satu pemimpin Wasiat Ulama, di Jakarta pekan lalu.

PAMMI siap untuk mendekati partai-partai politik Islam untuk membawa Rhoma dalam pemilu presiden 2014, karena hanya partai politik resmi yang dapat mengajukan calon presiden.

Rhoma mendirikan kelompok dangdut terkemuka Soneta pada tahun 1970. Album pertama grup ini adalah “begadang” (Begadang), yang menampilkan Rhoma bertelanjang dada dan mengenakan celana ketat pada cover. Ini adalah hit besar. Rolling Stone Indonesia mencatat album ini sebagai Album terbaik nomor 11 dari 150 album terbaik sepanjang masa. Setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 1975, Rhoma menampilkan nilai-nilai Islam dalam beberapa lagu-lagunya, termasuk “Judi” dan “Haram.”

Sebagai seorang musisi populer dan aktor, ia juga memiliki hubungan dekat dengan entitas politik, terutama partai-partai Islam. Rhoma telah membangun reputasi sebagai pendukung partai Islam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak era Orde Baru. Rezim Soeharto secara resmi melarang lagu-lagunya ketika ia berkampanye untuk PPP pada tahun 1977-1982.

Selama pemilihan gubernur Jakarta baru-baru ini, Rhoma berkampanye untuk Fauzi Bowo dan pendampingnya, Nachrowi Ramli. Dia menyampaikan khotbah kontroversial melawan saingan Fauzi, Joko “Jokowi” Widodo dan pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama, saat shalat di masjid.

Meskipun ia dibebaskan dari setiap pelanggaran kampanye, pernyataan Rhoma secara luas dikritik, terutama oleh pengguna internet. Penyanyi ini kemudian menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

 

Berita Politik Indonesia

About The Author

Reply