Berita Politik – Jokowi Salahkan Menteri Keuangan Masalah Bocornya Uang Muka Mobil Pejabat

Bapak Presiden kita, Joko Widodo yang memberikan suatu pengakuan tidak cermat untuk mengurusi masalahnya satu persatu seperti dari usulan peraturan yang harus bisa di teken atau di tandatanganinya, termasuk masalah lolosnya anggaran dari kenaikan uang muka pembelian mobil yang akan digunakan untuk para pejabat negara. Anggapan dari dirinya, berasal dari Kementrian Keuangan yang seharusnya bisa lebih ketat dalam menyeleksi masalah baik dan buruknya tentang kebijakan tersebut.

“Memang tidak semua dari hal tersebut akan bisa kita ketahui sebanyak 100 persen. Bisa di artikan hal-hal seperti itu memang harusnya bisa berada di kementrian. Dari kementrian melakukan men-screening apakah itu bisa berakibat baik atau tidak baik untuk negara kita ini,” tegas dari Joko Widodo yang sudah disebutkan berada di Bandara Seokarno Hatta, Minggu kemarin (5/4/15).

Jokowi memberikan cerita, dari setiap harinya dirinya memang harus bisa menanda tangani beberapa dokumen-dokumen yang jumlahnya memang banyak. Hal tersebut yang sudah membuat dari orang nomor satu di Indonesia ini memberikan pengakuan bahwa dirinya tidak selalu memeriksa juga dari semua dokumen tersebut.

“Apakah dari saya kan harus bisa cek satu persatu? Berarti gak usah menggunakan administrator yang lain dong, kalau memang dari presiden melakukan pengecekan satu persatu,” terang dari dirinya menjelaskan lebih tegas lagi.

Jokowi memberikan bantahan bahwa dirinya sudah kecolongan dalam suatu kebijakan yang sudah memberikan banyak kotroversial di saat ini. Dirinya yang hanya memberikan penjelasan bahwa dari setiap kebijakan yang sudah melibatkan dari beberapa dana uang negara dengan jumlah besar harusnya bisa di bahas berada di rapat terbatas atau kabinet.

Mengerti dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang adanya pembelian fasilitas uang muka bagi pejabat negara untuk pembelian kendaraan perorangan, dimana dari sang presiden telah menaikkan uang muka pembelian kendaraan tersebut, besarnya adalah Rp 210,890 juta. Jumlah tersebut sudah mendapatkan kenaikan dibandingkan dengan sebelumnya, di tahun 2011 uang muka tersebut besarnya 116.650.000.

About The Author