Berita Politik – Kejiwaan Dari Bambang Widjodanto Harus Diperisakan

 

Seperti dari Wakil Ketua Pemberantasan Korupsi seperti Bambang Widjodanto memberian ketegasan kalau semenstinya mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil presiden Boediono harus bisa serahkan dari laporang harta masing-masing akan kekayaan yang di milikinya walaupun tidak di mintai ole Komisi Pemberanasan Korupsi (KPK).

Yang sudah diungkapkan oleh Bambang laporan akan kekayaan tersebut  sudah biasa, bisa di artikan tidak perlu di beirkan adanya surat yang memberikan perintah untuk segera melaporkan.

“Memang itu sudah biasa, bisa di artikan tidak memerlukan adnaya surat untuk bisa menyerahkannya,” ujar dari Bambang yang sudah di sebutkan kepada wartawan berada di gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta untuk hari ini Kamis lalu, (6/11/14).

Dengan memberikan tanggapan akan ungkapan yang di sebutkan Bambang tersebut, mantan Staf Khusus Presiden SBY berada di dalam Bidang Bantuan Sosial dan Bencana yang bernama Andi Arief menyebutkan masih belum genap enambulan untuk Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri masa jabatannya menjadi presiden, KPK yang di anggapnya sudah berlebihan, atau over acting.

“Sudah banyak berada di depan pelupuk matanya yang sudah jelas adanya indikasi korupsi bisa di diamkan,” ujar dari Andi Arief di katakana kepada wartawan media di hari kemarin, Sabtu (8/11/14).

Seperti anggapan dari Andi, Bambang memang sangat senang untuk mencari suatu masalah walaupun memang dari orang yang di masalahkan tidak mempunyai anggapan yang sama. Mengerti dari Bambang adalah bekas pengurus dari Lembaga Swadaya Masyarakat.

“Sampai dirinya berteriak-teriak berada di depan public dengan menggunakan nama yang sangat kasar, seperti bekas Presiden,” ujarnya lagi menegaskan.

Andi juga menambahkan berdasarkan dari Keputusan KPK dengan nomor Kep/07/KPK/02/2005 yang di mana mengatur tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Bab II Pasal 2 ayat (6), disebutkan selambat lambatnya dua bulan setelah serah terima jabatan.

“Saat ini kan masih baru 17 hari SBY telah purna tugasnya. Ada baiknya dari komite etik KPK memeriksakan kejiwaan yang ada dari Bambang Widjojanto,” kata Andi.

Be Sociable, Share!