Berita Politik – Meskipun Menggelisahkan Masyarakat, DPR Merencanakan Proyek Renovasi Mahal

 

Berita Politik – Sementara semua mata tertuju pada DPR atas pemerasan yang diduga dilakukan oleh beberapa anggota DPR, badan legislatif ini tetap melanjutkan dengan rencana yang tidak populer untuk menghabiskan Rp 8 miliar (US $ 832.896) untuk renovasi.

Proyek-proyek renovasi belum dimulai tetapi sekretariat Dewan telah membuka tender dengan mengundang perusahaan untuk mengajukan tawaran proyek.

Menurut proposal yang tersedia di situs web resmi DPR, renovasi pagar utama menghabiskan Rp 1 miliar dan Rp 730 juta untuk perbaikan lantai antiair di ruang pertemuan, Rp 1,4 miliar untuk renovasi toilet dan Rp 6,3 miliar untuk renovasi kantor anggota parlemen.

Sekjen DPR, Nining Indra Saleh mengatakan proyek renovasi diperlukan karena 145 toilet di kompleks Gedung DPR rusak, 18 di antaranya rusak parah.

Selain itu, beberapa bagian dari pagar yang mengelilingi Gedung DPR juga rusak dan perbaikan diperlukan segera untuk mencegah pagar tersebut runtuh.

“Kami telah mengalokasikan antara Rp 2 juta dan Rp 4 juta untuk setiap toilet yang agak rusak dan sekitar Rp 20 juta untuk toilet yang berada dalam kondisi kritis,” kata Nining.

Nining, yang telah dipanggil dua kali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus korupsi yang berbeda, menambahkan bahwa kantornya telah mengalokasikan sekitar Rp 50 juta untuk renovasi masing-masing kantor dari 197 anggota Dewan yang membutuhkan perawatan.

“Tak satu pun dari kantor membutuhkan renovasi serius. Kita hanya perlu mengubah wallpaper dan AC, misalnya, atau mengganti karpet kotor. Ini hanya untuk pemeliharaan untuk menjaga aset negara dalam kondisi baik, “kata Nining.

Menurut Nining, renovasi didasarkan pada permintaan anggota parlemen, dan telah disetujui oleh DPR dan sekretariat Komite Urusan Rumah Tangga (BURT), yang diketuai oleh Ketua DPR Marzuki Alie.

Berbicara kepada pers secara terpisah, Marzuki meminta pembatalan beberapa proyek renovasi dengan alasan bahwa kompleks DPR itu secara umum dalam kondisi baik.

“Saya tidak berpikir bahwa kita perlu untuk merenovasi kantor anggota Dewan sampai masa akhir jabatan mereka. Kita tidak perlu mengubah pagar. DPR perlu bijak dalam menggunakan uang negara terutama karena masyarakat rupanya kecewa dengan kinerja kami, “kata Marzuki kepada wartawan, Rabu.

 

Berita Politik

Be Sociable, Share!