Berita Politik Nasional – Keluarga Anas Kecewa, Security Larang Berikan Makanan

Seperti yang di lakukan dari keluarga Anas Urbaningrum yaitu ingin bisa membesuk sang pria tersangka dari kasus KKN tersebut untuk tanggal 11 Januari hari sabtu kemarin gagal. Mereka yang tidak bisa di perkenankan masuk untuk menengok Anas Urbaningrum. Di mana di penjara tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi memang tidak ada jam membesuk pada hari itu. Seperti dari adiknya Anas yang bernama Anna Lutfi memberikan penilaian itu memang tidak adil.

“Dari keluarga kami yang merasa sangat kaget setelah pada jam 09.30, Mbak Tia, yang menjadi istri Anas (Athiyyah Laila) bersama dengan Pak Yunianto datang untuk bisa memberikan makanan kepada Anas di tahanan KPK, itu adalah menu sarapan untuk anas. Namun kami langsung di tolak mentah oleh security yang ada di sana,” ujar dari Anna yang di temui berada di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Anna sang adiknya tersebut memberikan penilaian, penegesan dari KPK tersebut menjadi suatu tindakan tidak berperi kemanusiaan. Keluarga yang memberikan harapan untuk bisa mendapatkan sisi kemanusiaan yang di lakukan oleh KPK dari standar operasional prosedur yang ada.

“Seperti apakah sekadar SOP itu bisa untuk menerbelangkan dari sisi kemanusiaan yang memang lebih penting. Kemudian dari titipan sarapan tersebut yang sudah di siapkan memang di tolak. Kami masih ingin harapkan Mas Anas di sana lebih bisa untuk di hargai dan kami akan juga percaya kepada KPK untuk bisa di unggulkan untuk masalah kemanusiaan,” tegasnya.

Selain dari mengantarkan makanan, keluarga yang juga mengirimkan surat kepada Anas karena untuk hari ini sang istrinya akan bertolak ke kota Yogyakarta untuk bisa antarkan kedua anak Anas.

“sama saja, dari adanya surat tersebut juga sudah di tolak oleh security di sana,” ujarnya.

Dari usaha keluarga yang ingin bisa menengok anas di tahanan mulai dari hari Jumat kemarin masih belum bisa berhasil. Mengerti dari tersangka yang lain di tahan, yang di mana bisa di besuk oleh keluarganya langsung

About The Author

Reply