Berita Politik – Pakar Politik Sebutkan Pilkada Langsung Adalah Paham Negara Barat

 

Ada suatu penilaian yang berasal dari Pakar Ilmu Politik dan Pemerintahan dari Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang, Anang Sujoko, mengomentari pemilihan umum kepala daerah langsung dari rakyat selama beberapa tahun akhir kini menjadi suatu salah satu bentuk demokrasi impor. Itu memang tidak sesuai dengan falsafah yang ada di bangsa Indonesia dari dahulu.

Dari anggapannya, sebagaimana layaknya produk impor, memang tidak semua produk akan cocok di gunakan di negara kita ini.

“Pemilihan langsung memang di anggap tidak cocok berada di negara kita mereka cocoknya berada di negara maju seperti Amerika Serikat dan negara negara yang lain,” ujar dari dari dirinya yang berada di Malang, Jawa Timur, Jumat, 26 September 2014.

Selama ini yang sudah di ungkapkannya, terjadi suatu penafsiran buta kepada makna adanya demokrasi yang sudah di samakan dengan pemilihan suara langsung. Demokrasi yang berasal dari arti dua kata, yaitu dari demos dan kratos. Secara arti harfiah dua kata tersebut di katakan bisa menjadi rakyatdan kekuasaan. Pengertian secara umum adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

“Jadi selam ini banyak yang sudah di sadur dengan cara membabi buta, sementara dari demokrasi yang seharusnya sejalan dengana adanya falsafah dan nilai taraf hidup yang di mana sudah berkembang berada di rumah masyarakat Indonesia,” ujarnya menambahkan lagi.

Dirinya berpendapat, pemilihan secara tidak langsung paling sesuai dengan adanya falsafah yang ada di Pancasila dan juga dari keadaan masyarakat. Dengan di sahkannya Undang-undang Pilkada yang akan bisa mengamanatkan pilkada dari DPRD, merupakan suatu bentuk demokrasi yang sama dengan falsafah di Indonesia.

“Pilkada tidak langsung adalah suatu bentuk dari musyawarah dari perwakilan sesuai dengan sila ke empat Pancasila. Ini sesuai dengan jati diri kita,” ujarnya lagi memberikan ketegasan.

Begitupun berasal dari aspek demografi, masyarakat Indonesia yang sudah di pandang masih belum siap untuk bisa melaksanakan pilkada secara langsung. Adanya tingkat pendidikan yang kurang, adanya kemiskinan yang masih banyak, sebabkan kalau pilkada langsung sering menimbulkan suatu praktik politik uang.

Be Sociable, Share!