Berita Politik Panas – Langkah Abraham Samad Datangkan TNI Memperkeruh Konflik

 

Memanas keadaan dari KPK dan Polri saat ini. Hal ini singgung oleh Muradi, dirinya adalah Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran. Muradi memberikan kritikan kepada pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) seperti Abraham Samat yang telah meminta kepada TNI dalam mengamankan Kantor KPK setelah terjadinya penangkapan dari Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dari Bareskrim Polri. Muradi merasa sangat khawatir dengan permintaan dari Abraham Samad yang bisa membuat konflik ini semakin luas lagi.

Anggapan dari Muradi, permintaan tersebut telah memberikan cermin adanya superioritas yang sangat berlebihan dari Abraham Samad. Pasalnya untuk saat ini ranah dari Samad adalah penegak hukum saja.

“Suatu langkah untuk bisa meminta kepada TNI untuk bisa mengamankan memang berpotensi bisa memperluas adanya konflik tidak untuk KPK dan uga Polri lebihnya juga akan menegasi apa yang sudah menjadi kebijakan Presiden,” terang dari Muradi menjelaskan berada dalam kesempatan wawancara kepada wartawan. Untuk hari Minggu kemarin, (25/1/15).

Langkah selanjutnya, Muradi memberikan penilaian kalau langkah dari Abraham Samad ini dapat di artikan menjadi ketidak percayaan antar intitusi. Padahal adanya pemberantasan korupsi bisa berjalan kalau dari KPK dan Polri bisa saling bahu membahu.

Dirinya telah mengatakan, turunan dari ketidak percayaan antara KPK dan Polri ini akan semakain berdampak kepada penegakan hukum dan korupsi. Lebih buruk lagi, Muradi menjelaskan perlibatan pengamanan dari TNI nantinya akan membuat adanya friksi bisa semakin tajam, lebihnya bisa mengarah ke tidak kondusifnya keadaan politik negeri ini.

“Saya harapkan KPK harus bisa focus pada penegakan hukum. Langkah tersebut sudah menerlibatkan antara intitusi lain bukan untuk selesaikan adanya permasalahan, akan tetapi lebih banyak mengarah kepada keinginan untuk bisa saling menjatuhkan,” terangnya menjelaskan lebih lanjut lagi.

Dari sebelumnya, Ketua KPK seperti Abraham Samad memberikan telepon kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk bisa memberikan pasukannya dalam mengamankan kantornya. Permintaan tersebut di kaitkan adanya penahanan dari Bambang Widjojanto, yang menjadi Wakil Ketua KPK, hari Jumat lalu (23/1/15).

Be Sociable, Share!