Berita Politik – Presiden Memecah Keheningan Kegagalan Hubungan KPK dan POLRI

 

Berita Politik – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuat pernyataan publik mengenai ketegangan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri paling lambat pada hari Selasa siang, kata Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

“Memperhatikan media sosial, ada sejumlah serangan terhadap Presiden yang tetap diam dalam masalah ini. Adalah penting bahwa saya menyatakan kembali bahwa ini tidak benar, “kata Sudi saat jumpa pers di Kantor Presiden pada hari Minggu.

“Presiden telah mendengarkan saran masyarakat bahwa ia mengambil alih komando dan mengakhiri perpecahan antara dua badan tersebut” ia melanjutkan.

Menurut Sudi, Presiden mengharapkan KPK dan Polri untuk mengupayakan koordinasi antara satu sama lain sebelum masalah ini menjadi konflik. “Namun, mengingat situasi, yang telah berkembang negatif, di mana banyak pihak telah memanipulasi kasus ini, Presiden telah memutuskan untuk ‘mengambil alih’ dan membuat klarifikasi publik besok Senin atau Selasa sore paling lambat,” katanya.

Pernyataan Sudi muncul di tengah tekanan publik terhadap Yudhoyono yang memintanya untuk membuat langkah-langkah tegas untuk mengakhiri ketegangan KPK-Polri.

Pada hari Minggu pagi, tokoh dan aktivis bergabung dengan ratusan warga dalam aksi damai di Jakarta, menuntut Presiden untuk membuktikan komitmennya untuk pemberantasan korupsi.

Pertarungan antara KPK dan Polri dimulai ketika badan anti-korupsi menyerbu Kantor Polisi Lalu Lintas Kepolisian Nasional Indonesia pada bulan Juli sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan korupsi seputar pengadaan simulator mengemudi.

Sejak saat itu, Polri telah membuat berbagai gebrakan, yang banyak dianggap sebagai “serangan balasan”, seperti menarik puluhan petugas Polisis yang telah ditugaskan kepada KPK sebagai penyidik.

Gerakan terbaru terjadi pada hari Jumat, ketika petugas dari Bengkulu dan Polda Metro Jaya menggerebek markas KPK dalam upaya untuk menangkap Komisaris Besar Polisi penyidik Novel Baswedan. Polisi menuduh Novel bertanggung jawab atas penembakan terhadap enam tersangka perampokan pada tahun 2004 ketika ia menjabat sebagai kepala detektif Kepolisian Bengkulu.

 

Berita Politik

Be Sociable, Share!