Berita Politik – Puan : Yang Menggantikan Ahok Harus Berasal Dari PDIP

Puan Maharani, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, memberikan ungkapan setelah mengerti adanya polemic yang sudah terjadi di posisi wakil gubernur DKI nantinya.

Setelah berhasil di temui berada di Gedung DPR, Jakarta untuk hari ini, Selasa (26/8/14) Puan sendiri memberikan ketegasan kalau pengganti posisi dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  itu di haruskan berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ahok yang menjadi sapaan akrab dari Basuki Tjahaja Purnama tersebut otomatis bisa naik posisinya setelah dari Gubernur DKI Jakarta saat ini Joko Widodo yang sudah di tetapkan sah menjadi presiden terpilih untuk periode selanjutnya.

“Ini bukan masalah untun berbagi kekuasaan. Ini masalahnya bagaimana kita menjadi anak bangsa yang mempunyai suatu tujuan untuk bisa membangung bangsa ke depannya nanti,” ujar dari Puan Maharani membeberkan kepada wartawan.

Setelah mengerti kesepakatan yang ada ditahun 2009 silam, menurut dari Puan, posisi dari gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan bisa di isikan berasal dari koalisi PDIP dan juga dari Gerindra.

Mempermasalahkan sama dengan aturan yang ada, di saat dari posisi Jokowi berasal dari PDIP di gantikan oleh Ahok yang berasal dari Partai Gerindra maka dengan secara etika dan aturan yang ada menggnaikan Ahok menjadi wakil gubernur berasal dari kader PDIP.

“Saya yang sudah meminta sesuai dengan kesepakatan 2009 yang lalu (PDIP-Gerindra di Pilkada DKI), untuk bisa saling menghormati dan bisa untuk menghargai di antara kita,” ujar dari dirinya menambahkan.

Masalah kandidat wakil Gubernur, Ketua Fraksi PDIP itu telah mengakui masih belum ada nama kandidat yang resmi untuk di tunjuk oleh Megawati Soekarnoputri yang saat ini menjadi Ketua Umum PDIP dan Dewan Pimpinan Pusat.

“Namun nanti secepatnya akan bisa kami usahakan lebih lanjut lagi yang nantinya bisa menggantikan posisi dari bapak Ahok,” ujar dari Puan Maharani.

About The Author