Berita Politik Terbaru – Jokowi Didesak Membersihkan Birokrasi Jakarta

 

Berita Politik Terbaru – Uchok Sky Khadafi, aktivis dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ‘Jokowi’ terpilih untuk membersihkan birokrasi DKI Jakarta sebagai program utama dalam 100 hari pertamanya sebagai Gubernur.

“Untuk seorang Jokowi, gubernur terpilih, dan (wakilnya) Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), dalam 100 hari pertama, mereka harus membersihkan para petugas korup,” kata Uchok, Senin (1 Oktober).

Uchok mengatakan bahwa Jokowi harus berani dalam me-reshuffle kantor pusat dan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.

Uchok juga merealese daftar peringkat provinsi terkorup di Indonesia yang dibuat oleh FITRA. Menurut Uchok, penelitian yang dilakukan oleh FITRA telah menunjukkan hasil yang serupa dengan tingkat korupsi yang dituduhkan pada pemerintah provinsi yang sebelumnya dibuat oleh Analisis Transaksi Keuangan dan Laporan Pusat (PPATK). FITRA juga telah menempatkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta di posisi teratas yang paling korup di antara 33 provinsi di Indonesia, yang menyebabkan negara kehilangan Rp721 miliar sebesar.

Yang berada di bawah peringkat Jakarta pada lima besar yang merugikan negara adalah Aceh dengan Rp 669 miliar, Sumatera Utara (Rp515 miliar), Papua (Rp476 miliar), dan Kalimantan Barat (Rp289 miliar).

Birokrasi korup, bagaimanapun, adalah hanya salah satu masalah rumit Jakarta. Jokowi juga akan menghadapi masalah besar lain seperti kemacetan akut dan banjir musiman.

Jokowi telah dikonfirmasi sebagai gubernur dipilih oleh Komisi Pemilihan Jakarta (KPUD) pada Sabtu lalu. KPUD Jakarta, dalam penghitungan resmi, menunjuk Jokowi sebagai pemenang putaran kedua pemilihan gubernur. Jokowi, yang juga memenangkan putaran pertama pemilu, mengalahkan ‘Foke’ yang menjabat Gubernur saat ini dengan 2,47 juta (53,82%) suara.

Sementara Fauzi hanya punya 2,12 juta (46,18%) suara. Jokowi, menurut KPUD, memenangkan pemilihan di semua kota, kecuali Kepulauan Seribu. Sebuah hasil yang luar biasa merujuk pada Jokowi yang bukan asli Jakarta. Peran Partai Demokrasi Perjuangan dan Partai Gerindra sangat besar dalam mendukung pasangan Jokowi-Ahok. Banyaknya warga Jakarta yang asli Jawa juga mendukung keberhasilan Jokowi memenangkan Pemilukada DKI Jakarta.

 

Berita Politik Terbaru

Be Sociable, Share!