Berita Politik Terbaru – Kebingungan Mengikuti Pidato SBY

Berita Politik Terbaru – Hanya dua hari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutannya untuk mengakhiri kebuntuan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, kebingungan telah mulai menyeruak dalam kaitannya dengan apa yang diperintahkan Presiden dalam sambutannya.

POLRI pada Kamis menyatakan denan keras bahwa mereka tidak menentang perintah Presiden dengan mempertahankan kontrol atas elemen penyelidikan pada kasus korupsi pengadaan kendaraan simulator Bagian Lalu Lintas POLRI (Korlantas).

Dalam pidatonya pada hari Senin, Presiden mengatakan bahwa KPK harus menjadi satu-satunya lembaga yang menangani kasus ini.

Juru bicara POLRI Brigadir Jenderal Suhardi Aliyus, bagaimanapun, mengatakan bahwa mereka hanya akan menyerahkan tiga tersangka dalam kasus ke KPK. “Dua sisanya [tersangka] akan tetap berada di bawah penyelidikan kami,” katanya, Rabu.

Tiga tersangka yang akan diserahkan kepada KPK adalah Korlantas Brigjen kepala. Jenderal Didik Purnomo, serta pengusaha Budi Susanto dan Sukotjo S. Bambang. Dua tersangka lainnya, petugas Korlantas Komisaris Besar Polisi. Legimo dan Adj. Kombes. Tedy Rusmawan, tidak akan diselidiki oleh KPK, kata Suhardi.

 

Hubungan KPK-Polisi memanas menyusul investigasi oleh badan antigraft pada kasus pengadaan simulator kendaraan di Korlantas, yang melibatkan mantan kepala Inspekturnya, Jenderal Djoko Susilo.

Kepala detektif POLRI Komisaris Besar. Jenderal Sutarman mengatakan polisi hanya akan menghentikan sementara proses hukum terhadap Kombes. Novel Baswedan, seorang detektif polisi yang saat ini diperbantukan ke KPK, yang telah memutuskan untuk bergabung secara permanen badan antikorupsi tersebut.

Yudhoyono mengatakan bahwa langkah polisi pada Novel itu “tidak pantas baik dari segi waktu dan metode”.

“Oleh karena itu, kita akan membahas waktu yang tepat untuk melanjutkan penuntutan terhadap dirinya,” kata Sutarman, Rabu, menolak gagasan bahwa Yudhoyono telah memerintahkan penghentian penuntutan Novel.

Juru bicara Kepolisian Brigjen. Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan polisi akan mendukung seruan Presiden untuk menyelamatkan KPK, lembaga kepolisian, serta bangsa. “Tapi kami akan melanjutkan penyelidikan kami Novel hanya untuk mematuhi hukum,” katanya. Pejabat pemerintah lainnya juga memiliki interpretasi mereka sendiri arahan Yudhoyono.

 

Berita Politik Terbaru

About The Author

Reply