Berita Politik Terbaru – Raja Dangdut Ingin Menjadi Presiden, Apa Kata Masyarakat?

 

JAKARTA – Raja dangdut dan Dai Kondang, Rhoma Irama, telah mengemukakan kesediaannya untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden Repubik Indonesia dalam Pemilu 2014 karena adanya dukungan dari asosiasi musisi dan jemaat Islam yang dipimpin oleh para habib (etnis Arab yang diklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad).

“Setiap kali Soneta (band Rhoma) mengadakan konser, lapangan selalu tidak mampu menampung massa. Jadi, daya keterpilihan saya tinggi. Jika saya ingin maju (sebagai calon presiden), itu bukan sesuatu yang tiba-tiba. Ada alasan (untuk itu), “kata Rhoma.

Rhoma sebelumnya pada Minggu (11 November) telah mengkonfirmasi kesediaannya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2012 di depan jemaat majelis taklim majelis (kelompok studi Islam) Al Habib Ali Al Habsyi di Kwitang, Jakarta Pusat.

“Jika ada mandat dari habib, saya anggap itu sebagai amanah dari Allah. Jika dukungan ini adalah nyata, dan jika ada partai politik sebagai kendaraan, dengan nama Tuhan, saya siap menjadi calon presiden pada pemilu 2014, “kata Rhoma.

Pada tanggal 8 Oktober 2012, rapat pleno Asosiasi Musisi Melayu Indonesia (PAMMI) juga telah menominasikan Rhoma sebagai calon presiden. Meskipun demikian PAMMI, menyatakan bahwa Rhoma pertama harus mencari partai politik yang akan mencalonkan dirinya.

Rhoma memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), salah satu partai politik Islam di negeri ini. Sementara PPP saat ini memegang kursi 6,78% di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Rhoma baru saja lolos dari gugatan pemilu karena khotbah yang diduga sebagai kampanye negatif dan mengandung topik SARA tentang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, calon wakil calon Gubernur DKI Jakarta beberapa bulan yang lalu.

Apa yang orang katakan tentang tawaran presiden Rhoma?

Berikut adalah beberapa komentar mereka:

“Itu hak Bang Haji (Rhoma) untuk maju (sebagai calon presiden). Saya memiliki rasa hormat atas kepercayaan dirinya. Tapi dalam politik, jika ia serius, ia harus bersikap realistis. Berapa persentase habib di Indonesia? Hal ini sangat kecil. Apa partai politik yang akan mendukungnya: PPP? PKB?”Kata pengamat politik Gun Gun Heryanto.

“Jika kita melihat dari perspektif yang lebih realistis, dengan segala hormat kepadanya (Rhoma), popularitasnya tidak cukup. Dia membutuhkan keterampilan kepemimpinan dan pengalaman politik yang matang. Lagi pula, itu hak politiknya. Namun, sejauh ini, dari apa yang saya lihat dalam survei, namanya belum terlihat” kata seorang pengamat politik, Andika.

“Sebuah tawaran presiden merupakan hak konstitusional bagi setiap warga negara Kita harus membiasakan diri untuk munculnya tokoh sebagai calon presiden,. Siapa pun dia, apapun profesinya. Jangan meremehkan siapa saja yang ingin menjadi calon presiden,” kata politikus senior dari Partai Golkar, Hajriyanto Y Tohari.

“Rhoma sudah menjadi raja (dangdut), mengapa ia ingin menjadi presiden?” Kata salah seorang pembaca bertanya.

 

Berita Politik Terbaru

Be Sociable, Share!