Berita Politik Terbaru – SBY Berada di Mana?

 

Berita Politik Terbaru – Ratusan orang menggelar unjuk rasa damai di Jakarta, Minggu, menyerukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuktikan komitmennya untuk pemberantasan korupsi. Presiden tetap diam atas kebuntuan yang meningkat antara POLRI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Orang-orang telah menunggu untuk pernyataan Presiden pada perselisihan POLRI-KPK sejak Jumat malam,” kata aktivis hak asasi manusia Usman Hamid di sela-sela pawai di bundaran Hotel Indonesia.

Pada hari Jumat malam, petugas dari Kepolisian Bengkulu dan Polda Metro Jaya pergi ke markas KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, dalam upaya untuk menangkap penyidik KPK ​​Kombes, Novel Baswedan untuk dugaan penyalahgunaan tersangka kriminal pada tahun 2004.

Usaha mereka gagal karena ratusan aktivis, wartawan, para ahli dan mahasiswa berbondong-bondong ke gedung KPK untuk membela Novel, penyidik ​​menonjol dalam kasus korupsi besar, terhadap sesama perwira polisi. Deputi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana juga muncul di kantor pusat.

Novel saat ini sedang menyelidiki penyimpangan seputar pengadaan simulator mengemudi oleh Korps Lalu Lintas Polri, di mana Insp. Jenderal Djoko Susilo dinobatkan sebagai tersangka utama.

Salah satu ajudan Presiden SBY mengatakan bahwa Presiden akan menyampaikan pidato pada kebuntuan pada hari Senin.

Namun, pengamat politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali mengatakan bahwa Senin akan terlambat karena masyarakat sudah lelah menunggu. “Mengapa harus ia menunggu untuk membuat komentar pada hari Senin? Tidakkah kita memiliki Presiden pada hari Sabtu dan Minggu?” Katanya.

Menurut Effendi, orang mengharapkan presiden untuk menunjukkan kepedulian dan mengambil tindakan tegas. “Presiden akan mengecewakan rakyatnya jika ia hanya mengatakan,”Saya prihatin dengan masalah ini” dalam pidatonya yang akan ditunggu pada Senin, “katanya.

Seperti kita tahu bahwa perselisihan antara KPK dan POLRI semakin meruncing ketika pihak Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya menyerbu markas KPK di Kuningan Jakarta Selatan untuk menjemput paksa Novel Baswaden, penyidik KPK yang sedang melakukan investigasi kasus korupsi simulator SIM dengan tersangka utama Joko Susilo. Upaya ini gagal karena dihalangi oleh para mahasiswa dan para aktivis.

 

Berita Politik Terbaru

Be Sociable, Share!