Berita Politik Terkini – BEM IPB Melakukan Aksi Unjuk Rasa Tuntut Jokowi

 

Berita yang sangat mencengangkan berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Institut Pertanian Bogor yang memberikan suatu penilaian kepada pemerintah yang saat ini berada di bawah kepemimpinan dari Joko Widodo (Jokowi) masih gagal untuk bisa mensejahterakan rakyatnya. Mereka memberikan tudingan, melemahnya rupiah melawan Dollar, kenaikan harga bahan pokok yang memang tidak bisa di kendalikan, serta terjadinya kriminalisasi KPK, menandakan kalau pemerintahan Jokowi tidak berdaya dalam mengelola adanya negara ini.

“Kami langsung memberikan rapor merah kepada Joko Widodo dalam menjadi pemimpin dalam negara ini,” terang dari Koordinator Aksi BEM yang bernama Mochamad Afif Azhar, berada di dalam aksi unjuk rasanya, berada di depan Kantor DPRD Kota Bogor dan juga dari depan Istana Bogor yang berada di hari Kamis (19/3/15) petang.

Dirinya yang sudah mengatakan, adanya suatu permasalahan lemahnya dari nilai tukar rupiah ini seiring dengan kenaikan beberapa harga-harga pokok membuat kita teringat pada saat adanya krisis moneter yang sudah terjadi pada tahun 1998 siam. Maka dari itu, mahasiswa yang mempunyai almamater biru tersebut sudah memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi dan juga Jusuf Kalla wakilnya untuk bisa memperbaiki adanya siklus keuangan dan stabilnya kebutuhan pokok berada dalam negeri ini sampai dengan bulan Mei 2015 yang akan datang.

“Kami memberikan waktu sampai di tanggal 20 Mei 2015 yang tepat berada di hari Kebangkitan Nasional untuk dari Joko Widodo untuk bisa memperbaiki dalam keadaan negara ini. Sebab jika mmang tidak, maka akan ada peristiwa 1998 bisa terulang kembali. Aksi ini merupakan suatu ultimatum kepada presiden Joko Widodo,” terang dari Afif menjelaskan.

Berada di dalam aksi yang sudah erat di jaga anggota polisi tersebut, para pendemo tidak surut untuk melakukan perjalanan panjang yang berasal dari Kampus IPB dengan menuju berada di Kantor DPRD Bogor dan berada di depan istana Kebun Raya Bogor. Para pengunjuk rasa tidak lupa untuk membawa adanya poster, da menggelar suatu adegan teatrikal menjadi bentuk rasa kecewanya kepada pemerintahan Jokowi yang gagal.

Be Sociable, Share!