Berita Politik Terkini – Inilah Jumlah Dana Korupsi Anas Urbaningrum

Seperti dari eks anggota komisi X DPR RI periode tahun 2009-2014 yang bernama Anas Urbaningrum yang sudah mendapatkan dakwa kalau telah mendapatkan grativikasi dari proyek di Kementerian Pemuda dan Olah raga, beserta dari beberapa proyek-proyek yang lain, bersumber dari dana APBN.

Berasal dari surat dakwaan jaksa penuntut umum KPK sudah di bacakan pada saat acara pengadilan Tindak Pidana Korupsi, berada di Jakarta hari ini, Jumat (30/5/14), Anas sendiri yang sudah di tuduh telah mendapatkan dana yang besarnya adalah Rp116 miliar dan US$5.261.070.

Berikut rinciannya:

Pertama, untuk yang pertama memang dari Anas yang sudah mendapatkan uang besarnya adalah Rp2.10.000.000 yang berasal  dari PT Adhi Karya untuk bisa memberikan bantuan pencalonan untuk sebagai ketua umum di dalam kongres Partai Demokrat tahun 2010.

Kedua, Anas yang sudah di duga telah mendapatkan suatu uang berasal dari  Permai Grup yang besarnya adalah Rp84.515.650.000 dan US$36.070 yang sudah di gunakan oleh keperluan persiapan pencalonan ketua umum Demokrat.

Ketiga, dirinya yang juga sudah di duga mendapatkan uang yang berasal dari Permai Grup yang besarnya adalah Rp30.000.000.000 dan US$5.225.000 untuk bisa keperluan pelaksanaan pemilihan ketua umum Partai Demokrat.

Keempat, seperti pada tanggal 12 November 2009 lalu, Anas yang sudah di duga mendapatkan satu unit Toyota Harrier seharga Rp670.000.000 berasal dari Teuku Bagus M Noor, dari PT Adhi Karya.

Kelima, Anas yang juga sudah di duga mendapatkan suatu fasilitas terkait dengan pencalonan ketua umum Partai Demokrat berasal dari PT Lingkaran Surve Indonesia (LSI) sejumlah Rp478.632.230.Yang memberikan pertimbangan agar survey bisa terpilih.

Keenam, Anas sendiri juga sudah diduga mendapakan satu unit motor Toyota Vellfire senilai Rp735.000.000 dari PT Atrindo Internasional.

“Maka dari itu jika semua bisa untuk di jumlahkan totalnya adalah Rp116.525.650.000 dan US$5.261.070,” ujar dari jaksa Yudi Kristiana di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

About The Author