Berita Politik Terkini – Presiden SBY Akan Segera Bicarakan Masalah Jero Wacik

Kabar masalah korupsi dari negara Indonesia ini akan terus berlanjut, seperti akhir akhir ini mengatakan Jero Wacik di tetapkan menjadi tersangka.

Kabarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nantinya akan membahas nasib dari Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik berada di rapat paripurna yang akan datang, yaitu di hari Jumat besok (5/9/14).

“Nantinya beliau, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono akan membicarakan masalah tersebut berada di pertemuan cabinet. Besokkan ada di adakan rapat paripurna,”ujar  dari Menteri Perindustrian, MS Hidayat, yang sudah di temui berada di Jakarta untuk hari ini, Kamis (4/9/14).

Seperti anggapan dari Hidayat, Presiden SBY akan bisa menyinggung permasalahan yang ada tersebut. Akan tetapi sebelum berbicara, dirinya akan bisa mempelajari dari persoalan lebih detail terlebih dahulu.

“Beliau yang baru saja mendapatkan laporan tari. Jadi beliau ingin bisa mendalaminya,” ujar dari dirinya menambahkan.

Setelah itu, Hidayat memberikan tambahan, Presiden baru tersebut akan memberikan keterangan terkait status dari Jero Wacik. Sejauh ini dirinya bisa membenarkan bahwa dari SBY merasa sangat kaget. Pada saat mengerti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Jero Wacik menjadi tersangka berada di dalam kasus pemerasan dan juga korupsi.

“Tentunya beliau merasa sangat kaget mengerti semua itu,” ujar dari dirinya menjelaskan.

Seperti yang di kabarkan sebelumnya, KPK telah tetapkan status tersangkan kepara Jero Wacik, karena di duga telah terlibat berada di dalam kasus penyalahgunaan wewenang dan adanya suatu dugaan penyimpangan dana yang ada di Kementrian ESDM yang merugikan negara sekitar Rp 9,8 miliar.

Wacik yang sudah terancam dengan pasal 12 huruf e UU Tipikor atau Pasal 23 jo Pasal 421 KUHP tentang Pemerasan dengan hukuman maksimal seumur hidup.

Selain sebagai menteri ESDM, Jero Wacik yang juga telah menjabat menjadi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat. Sedangkan dari SBY yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dan sekaligus menjadi  Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

About The Author